Wellington, Porosjambimedia.com — Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah utara Selandia Baru memicu serangkaian bencana, termasuk tanah longsor yang menimbun kawasan perkemahan di North Island. Sejumlah orang dilaporkan hilang, di antaranya anak-anak, setelah material lumpur dan bebatuan menghantam lokasi tersebut.
Bencana terjadi di sebuah area kemping yang berada di lereng Gunung Maunganui, gunung berapi tidak aktif yang menjadi destinasi wisata populer. Longsoran tanah menghancurkan fasilitas umum, termasuk blok kamar mandi dan beberapa unit karavan yang sedang ditempati pengunjung.
Petugas penyelamat yang tiba di lokasi sempat mendengar teriakan dari bawah timbunan tanah. Namun, upaya evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi bergerak kembali.
Asisten Komisioner Kepolisian setempat, Tim Anderson, menyebut jumlah orang yang hilang masih dalam pendataan. “Jumlahnya tidak besar, kurang dari sepuluh orang, namun situasinya sangat serius,” ujarnya kepada media setempat.
Insiden longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat, dipicu hujan deras yang mengguyur pesisir timur North Island selama berjam-jam. Hujan tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik massal, penutupan jalan, serta evakuasi warga dari kawasan rawan banjir dan longsor.
Komandan Dinas Pemadam Kebakaran dan Manajemen Darurat, William Pike, mengatakan warga di lokasi sempat berusaha menyelamatkan korban dengan menggali reruntuhan sebelum tim profesional tiba. Namun, seluruh aktivitas penyelamatan sempat dihentikan demi keselamatan setelah risiko longsor susulan meningkat.
Selain Gunung Maunganui, longsor juga dilaporkan terjadi di Papamoa, di mana satu rumah tertimbun tanah dan dua orang dinyatakan hilang. Dalam insiden terpisah sehari sebelumnya, seorang warga dilaporkan hilang setelah kendaraannya terseret arus banjir di wilayah utara Auckland.
Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, menyatakan pemerintah pusat terus memantau perkembangan situasi dan mengoordinasikan bantuan darurat. Ia mengimbau warga untuk mengikuti arahan otoritas setempat dan menghindari wilayah berisiko tinggi. (Dta)















