Kapolda Jabar Tinjau Lokasi Tambang Emas di Bogor, Tragedi Asap Renggut 11 Nyawa

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, melakukan peninjauan langsung ke area tambang emas Pongkor di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, yang menjadi lokasi meninggalnya 11 orang akibat insiden di dalam lubang tambang.

Dalam kunjungannya, Kapolda menerima paparan mengenai proses operasional penambangan, sistem pengamanan, hingga mekanisme produksi yang dijalankan di kawasan tersebut.

“Kami baru saja meninjau area tambang emas Pongkor. Di sana kami mendapatkan penjelasan terkait alur kegiatan penambangan, sistem pengamanan, serta proses produksi yang diterapkan,” ujar Rudi kepada awak media, Kamis (22/1/2026).

Rudi juga turun langsung ke bagian dalam area tambang untuk melihat titik awal munculnya asap. Pihak PT Aneka Tambang (Antam) turut memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah penanganan asap di dalam terowongan tambang.

Namun demikian, kondisi di dalam tambang dinilai masih berbahaya. Kapolda menegaskan area tersebut belum sepenuhnya aman untuk dimasuki tanpa perlengkapan khusus.

Baca Juga :  Pencarian Kapal Wisata Karam di Labuan Bajo Berlanjut, Tim SAR Temukan Puing-Puing di Laut

“Hingga saat ini kondisi di dalam masih belum aman sepenuhnya. Asap masih cukup tinggi sehingga tidak memungkinkan aktivitas tanpa alat pelindung,” jelasnya.

Menurut Rudi, asap diduga berasal dari kebakaran yang terjadi di sekitar lokasi penambangan. Ia mengaku sempat menemukan material kayu yang terbakar di area tersebut. Meski begitu, proses penyelidikan belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

“Tim Puslabfor sempat masuk kemarin, namun harus kembali keluar karena lokasi belum dinyatakan aman,” ungkapnya.

Jumlah Korban Bertambah Menjadi 11 Orang

Sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia akibat kejadian di dalam lubang tambang emas ilegal tersebut dilaporkan bertambah menjadi 11 orang. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 11 orang dan semuanya sudah dipulangkan kepada keluarga masing-masing,” kata Rudi.

Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah telah mendatangi lokasi sejak laporan orang hilang diterima. Proses evakuasi dilakukan dengan mendirikan posko pengaduan dan posko penyelamatan di sekitar area tambang.

Baca Juga :  Truk Canter Tabrak Pohon di Sanggaran Agung, Sopir Luka di Kepala Akibat Hilang Kendali

“Kami memprioritaskan upaya penyelamatan dengan mendirikan posko-posko darurat di lokasi,” tambahnya.

Terkait penyebab pasti kejadian, Rudi menegaskan masih dalam tahap penyelidikan. Berdasarkan informasi awal, kadar karbon monoksida (CO) di dalam tambang masih berada pada ambang batas aman, meski keberadaan asap tetap berisiko bagi keselamatan.

“Masih terdapat asap yang mengandung karbon monoksida di dalam tambang, dan sejauh ini kadarnya dilaporkan masih dalam batas aman, namun tetap berbahaya untuk aktivitas manusia,” pungkasnya. (Dla)

Berita Terkait

Hujan Deras Disertai Petir, Petani di Pinggir Air Sungai Penuh Meninggal di Sawah
Cegah Karhutla Meluas, TNI-Polri dan Tim Gabungan Perkuat Patroli di Londrang Muaro Jambi
Hotman Paris Apresiasi Penanganan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus, Soroti Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi
Sidang MDR Memanas, Jaksa Ungkap Pengakuan Terdakwa, PH Minta Tes DNA
Dugaan Pungutan dalam Rekrutmen SPPG di Kerinci Tengah Jadi Sorotan, Masyarakat Minta Transparansi
Kebakaran Hebat Landa Rumah Orang tua Mantan PJ.Bupati Asraf hingga Merambat kerumahnya.
Laporan ITE Berbulan-Bulan Jalan di Tempat, Arya Candra: Jangan Biarkan Pencari Keadilan Digantung Tanpa Kepastian
Perkara MDR Mulai Disidangkan, Tim Hukum Soroti Proses Penyidikan dan Bukti DNA
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB