Yogyakarta, Porosjambimedia.com– Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya Dewan Pertahanan Nasional (DPN) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Pelantikan tersebut berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, bersamaan dengan pengangkatan 11 tenaga ahli lainnya di lingkungan Kemhan RI.
Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional. Pengangkatan para tenaga ahli ini tertuang dalam Keputusan Ketua Harian DPN Nomor KEP/3/KH/X/2025.
Kepala Biro Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan penunjukan vokalis band Letto tersebut. Ia menyampaikan bahwa Noe akan berperan dalam memberikan kontribusi pemikiran strategis yang dibutuhkan DPN.
Menurutnya, pengangkatan Noe dilakukan atas dasar kebutuhan organisasi dan kompetensi profesional, tanpa mempertimbangkan latar belakang keluarga maupun pandangan personal. Noe dinilai memiliki kapasitas intelektual dan rekam jejak keilmuan yang relevan untuk mendukung perumusan kebijakan pertahanan nasional.
Selain dikenal sebagai musisi, Noe merupakan figur dengan latar belakang akademik kuat. Ia adalah putra budayawan ternama Muhammad Ainun Nadjib atau Cak Nun, dari pernikahannya dengan Neneng Suryaningsih. Dalam perjalanan keluarganya, Noe dibesarkan dalam lingkungan yang menjunjung nilai kesetaraan dan dialog terbuka.
Noe menempuh pendidikan dasar di Lampung sebelum melanjutkan sekolah menengah di Yogyakarta. Setelah lulus dari SMAN 7 Yogyakarta, ia melanjutkan studi ke University of Alberta, Kanada, dengan fokus pada bidang Matematika dan Fisika. Keilmuannya kerap membawanya menjadi pembicara di berbagai forum akademik di Indonesia.
Karier Noe di dunia musik dimulai saat ia mendirikan band Letto pada 2004 bersama rekan-rekan lamanya. Letto kemudian dikenal luas lewat sejumlah album populer yang mewarnai industri musik Indonesia sejak pertengahan 2000-an. Tak hanya bermusik, Noe juga aktif di dunia perfilman sebagai produser melalui rumah produksi Pic[k]Lock Films, yang telah melahirkan sejumlah film layar lebar bertema sosial dan kebangsaan.
Dengan latar belakang seni, akademik, dan pemikiran lintas disiplin, kehadiran Noe Letto di Dewan Pertahanan Nasional diharapkan memperkaya perspektif strategis dalam menghadapi tantangan pertahanan Indonesia ke depan. (Khy)















