Pekalongan, Porosjambimedia.com– Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Sejumlah dapur umum telah didirikan dan bantuan logistik mulai disalurkan kepada warga terdampak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa tim gabungan terus melakukan berbagai upaya di lapangan, mulai dari pendataan korban, evakuasi warga, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
Banjir diketahui terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Pekalongan sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Wilayah yang terdampak paling parah berada di Kecamatan Pekalongan Barat, khususnya Kelurahan Tirto dan Pasir Kraton Keramat.
Selain curah hujan tinggi, banjir di Kelurahan Tirto diperparah oleh meluapnya Sungai Bremi serta tidak optimalnya fungsi pompa air. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 30 hingga 80 sentimeter. Genangan juga terjadi di Kecamatan Pekalongan Timur dan Pekalongan Selatan dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 50 sentimeter.
Data sementara mencatat sebanyak 8.692 kepala keluarga terdampak banjir. Sementara itu, 987 warga terpaksa mengungsi ke 11 titik pengungsian, dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.
Sebagai bagian dari penanganan darurat, Kemensos bersama Dinas Sosial, BPBD, TNI, Polri, Tagana, dan relawan mendirikan dapur umum lapangan di halaman Kantor Dinas Sosial Kota Pekalongan. Dapur umum tersebut difungsikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi.
Kemensos juga telah menyalurkan berbagai bantuan logistik melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, di antaranya makanan siap saji, lauk pauk, kasur, tenda gulung, family kit, serta pakaian anak.
Pemerintah terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat penanganan banjir dan memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan secara merata. (Khy)















