Protes Warga Jakarta Garden City Memuncak, Harga Rumah Miliaran Tak Sejalan dengan Fasilitas

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com– Kekecewaan warga Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, memuncak hingga berujung aksi demonstrasi. Mereka menyoroti kondisi jalan lingkungan yang rusak parah, fasilitas perumahan tak terawat, hingga bau sampah yang dinilai mengganggu kesehatan dan kenyamanan penghuni.

Aksi protes tersebut digelar pada Sabtu (17/1/2026) oleh warga yang menuntut tanggung jawab pengelola kawasan perumahan yang dikembangkan PT Modernland Realty Tbk. Warga menilai kualitas hunian tidak sebanding dengan harga rumah yang mencapai miliaran rupiah.

Ketua RT 18/RW 14, Wahyu Andre Maryono, mengatakan kerusakan jalan telah berlangsung bertahun-tahun dan kerap memicu kecelakaan. Lubang di jalan lingkungan menyebabkan pengendara motor terjatuh, kendaraan rusak, hingga menimbulkan risiko keselamatan bagi penghuni.

Menurut Wahyu, sejak pandemi COVID-19 pada 2022, perbaikan jalan hanya dilakukan secara sementara. Manajemen perumahan disebut hanya menambal lubang dengan semen tanpa perbaikan menyeluruh, sehingga kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.

“Setiap kali warga protes, hanya ditambal. Tidak pernah ada perbaikan total. Padahal kerugiannya sudah dirasakan warga,” ujar Wahyu, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Wilayah Rawan

Warga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan dan bahkan menerima janji perbaikan menyeluruh pada Juni 2026. Namun, warga menilai perbaikan harus dilakukan segera. Jika pengelola tidak mampu, mereka meminta agar perawatan jalan diserahkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selain jalan, fasilitas kawasan juga menjadi sorotan. Sejumlah tembok klaster dilaporkan retak dan nyaris roboh. Fasilitas umum seperti clubhouse dan jogging track yang dijanjikan sejak awal pembangunan tak kunjung terealisasi, bahkan terbengkalai di Cluster Mahakam.

Kondisi tersebut semakin memicu kekecewaan karena warga tetap dibebankan iuran pengelolaan lingkungan (IPKL) sebesar Rp 5.500 per meter persegi. Dalam sebulan, sebagian warga harus membayar hingga Rp 500 ribu.

Masalah lain yang dikeluhkan adalah bau menyengat dari aktivitas pabrik pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan yang berada di sekitar kawasan. Bau tersebut sudah dirasakan warga sejak Maret 2025 dan meski sempat berkurang, masih sering muncul.

Wahyu menilai pengelola perumahan terkesan lepas tangan dengan alasan pabrik tersebut milik pemerintah daerah. Padahal, warga berharap pihak pengembang turut melakukan advokasi dan mitigasi dampak, serta bersikap transparan kepada calon pembeli rumah.

Baca Juga :  Tunjangan Profesi Guru Madrasah Diharapkan Cair Sebelum Lebaran 2026, DPR Minta Kemenag Percepat Proses

Kekecewaan warga juga berdampak pada nilai investasi properti. Wahyu mengungkapkan rumah yang dibelinya tujuh tahun lalu seharga Rp 2 miliar kini hanya ditawar sekitar Rp 1,2 hingga Rp 1,5 miliar. Penurunan nilai tersebut dipicu kondisi lingkungan yang dinilai tidak layak dan tidak terkelola dengan baik.

“Sekarang orang ragu beli rumah di JGC. Investasinya justru turun, bukan naik,” ujarnya.

Warga berencana melanjutkan aksi demonstrasi secara berkala hingga ada solusi konkret. Aksi berikutnya dijadwalkan pada 14 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Valentine, sebagai bentuk peringatan kepada calon pembeli agar lebih berhati-hati.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Modernland Realty Tbk belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga tersebut. (Dla)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB