Bogor, Porosjambimedia.com– Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan peninjauan langsung ke Situs Cibalay yang terletak di Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat kondisi terkini tinggalan budaya sekaligus mengkaji peluang perlindungan, penelitian, serta pengembangan kawasan situs bersejarah tersebut.
Situs Cibalay dikenal sebagai tinggalan punden berundak yang memiliki orientasi utara–selatan mengarah ke Gunung Salak. Struktur situs ini tersusun atas lima teras dengan bagian tertinggi berada di sisi selatan. Di setiap teras ditemukan sejumlah menhir dengan jumlah yang bervariasi, yang menjadi indikasi kuat adanya aktivitas ritual pada masa lampau.
Dalam peninjauan lapangan yang dilakukan pada Jumat (16/1/2026), Fadli Zon menilai secara visual maupun struktural, Situs Cibalay memperlihatkan ciri khas bangunan budaya yang dibuat secara sengaja oleh manusia. Ia menyebutkan bahwa susunan teras dan keberadaan batu-batu tegak memperkuat dugaan fungsi ritual dari situs tersebut.
Menurut Fadli, kondisi batuan yang terlihat saat ini kemungkinan besar telah mengalami perubahan akibat faktor alam seperti pergeseran tanah, aliran air, serta pertumbuhan vegetasi selama ratusan hingga ribuan tahun. Oleh karena itu, diperlukan kajian ilmiah lebih lanjut untuk memahami bentuk dan fungsi awal situs tersebut secara utuh.
Ia juga menekankan bahwa hasil pemetaan awal menunjukkan potensi kawasan Situs Cibalay jauh lebih luas dari yang selama ini diketahui publik. Berdasarkan data awal Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Jawa Barat, terdapat sekitar 33 titik yang diduga menyimpan tinggalan budaya di kawasan tersebut.
Selain Situs Cibalay, Menbud turut meninjau Situs Arca Domas yang berada dalam satu hamparan kawasan. Situs Arca Domas dinilai masih sangat alami dan minim sentuhan ekskavasi, sehingga keasliannya relatif terjaga. Kawasan budaya yang sebelumnya ditetapkan seluas sekitar enam hektar, diperkirakan dapat berkembang hingga mencapai lebih dari 60 hektar setelah dilakukan penelitian lanjutan.
Fadli menyebutkan bahwa temuan tersebut membuka peluang besar untuk riset mendalam, khususnya dalam mengungkap berbagai anomali arkeologis yang dapat memberikan gambaran tentang jejak peradaban kuno di wilayah Bogor dan sekitarnya. Dugaan awal menunjukkan usia situs berkisar antara 2.000 hingga 3.000 tahun, meski masih memerlukan pembuktian ilmiah melalui penelitian lanjutan.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk tidak hanya menjaga, tetapi juga mengelola dan mengembangkan Situs Cibalay dan Arca Domas secara berkelanjutan. Ke depan, kawasan ini berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya, sejarah, maupun religi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi nilai keaslian dan kelestariannya. (Khy)















