Jakarta, Porosjambimedia.com – Thailand dilanda duka mendalam setelah dua kecelakaan crane terjadi secara beruntun dalam rentang dua hari. Insiden di proyek kereta cepat dan pembangunan jalan tol di pinggiran Bangkok itu merenggut sedikitnya 34 nyawa serta melukai puluhan orang lainnya.
Peristiwa terbaru terjadi pada Kamis (15/1/2026) di lokasi pembangunan tol kawasan Samut Sakhon. Sebuah crane berukuran besar tiba-tiba roboh ke badan jalan dan menimpa dua kendaraan yang melintas. Kedua mobil tersebut hancur total akibat tertindih rangka baja, dan dua orang di dalamnya dinyatakan tewas di tempat.
Petugas penyelamat harus menggunakan peralatan hidrolik untuk mengevakuasi korban yang terjepit. Aparat setempat menyebut kejadian berlangsung sekitar pukul 09.15 waktu setempat di ruas Rama II, jalur yang selama ini dikenal padat aktivitas proyek infrastruktur.
Ruas Rama II sendiri telah lama mendapat sorotan publik dan dijuluki “Jalan Maut” karena tingginya angka kecelakaan selama proses pembangunan. Di sepanjang koridor ini, berbagai proyek tol dan pelebaran jalan tengah dikerjakan secara bersamaan.
Sehari sebelumnya, tragedi lebih besar terjadi di Provinsi Nakhon Ratchasima. Sebuah crane proyek kereta cepat jatuh menimpa kereta penumpang yang sedang melintas, menyebabkan rangkaian keluar rel. Hingga pembaruan terakhir, korban tewas akibat peristiwa itu mencapai 32 orang, sementara 79 lainnya luka-luka, delapan di antaranya kritis.
Kereta yang tertimpa merupakan layanan ekspres rute Krung Thep Aphiwat–Ubon Ratchathani. Kecelakaan terjadi pada pagi hari di wilayah distrik Sikhio dan memicu operasi darurat besar-besaran dari tim medis maupun kepolisian.
Investigasi awal mengungkap fakta bahwa kedua proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor yang sama, Italian-Thai Development, salah satu perusahaan konstruksi terbesar di Thailand. Rekam jejak perusahaan ini ikut disorot karena sebelumnya juga terlibat dalam kasus runtuhnya gedung tinggi di Bangkok saat gempa beberapa waktu lalu.
Rentetan kejadian mematikan tersebut kembali membuka perdebatan mengenai lemahnya pengawasan keselamatan kerja di sektor konstruksi Thailand. Banyak pihak menilai standar yang ada tidak ditegakkan secara ketat, meski proyek berskala besar terus digenjot di berbagai wilayah.
Pemerintah Thailand berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh dan mengevaluasi izin operasional kontraktor terkait. Namun bagi keluarga korban, tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa ambisi pembangunan kerap mengabaikan aspek perlindungan nyawa manusia. (Dla)















