Jakarta, Porosjambimedia.com– Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) mencatat capaian signifikan dalam program pembinaan kemandirian warga binaan melalui Panen Nasional Serentak yang digelar di berbagai lembaga pemasyarakatan di Indonesia.
Kegiatan ini dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan dipimpin langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto..
Menteri Agus tiba di lokasi kegiatan pada Kamis (15/1/2026) pagi dan meninjau langsung hasil panen yang berasal dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Kemenimipas, antara lain Inspektur Jenderal Yan Sultra, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, serta Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menjelaskan bahwa panen serentak ini merupakan wujud nyata keberhasilan program pembinaan berbasis produktivitas yang dijalankan di lapas dan rutan seluruh Indonesia.
“Program ini tidak hanya bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan hidup, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap penguatan ketahanan pangan nasional,” kata Mashudi.
Berdasarkan laporan resmi Kemenimipas, total hasil panen nasional periode Januari 2026 mencakup:
Sektor pertanian dan perkebunan seperti padi, jagung, singkong, hortikultura, dan kelapa dengan total produksi mencapai 99.930 kilogram.
Sektor peternakan yang meliputi ayam pedaging, ayam petelur, ayam kampung, bebek, kambing, dan domba dengan total 4.019 kilogram.
Sektor perikanan, termasuk ikan lele, nila, patin, gurame, mujair, serta udang vaname dengan total produksi 19.608 kilogram.
Khusus di Lapas Kelas I Cirebon, panen dilakukan terhadap komoditas padi dan ikan nila. Dari lahan seluas 13.740 meter persegi, warga binaan berhasil memanen sekitar 7.000 kilogram padi varietas Inpari 32. Sementara itu, hasil panen ikan nila mencapai satu ton dari kolam seluas 637 meter persegi.
Program ketahanan pangan Kemenimipas sepanjang tahun 2025 juga menunjukkan perkembangan signifikan. Tercatat sebanyak 12.146 warga binaan terlibat aktif dalam program ini di berbagai unit pelaksana teknis pemasyarakatan. Total lahan yang telah diolah mencapai lebih dari 4,4 juta meter persegi, dengan nilai premi yang diterima warga binaan mencapai Rp905 juta.
Melalui program tersebut, Kemenimipas tidak hanya menanamkan keterampilan teknis di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan, tetapi juga membangun mental kemandirian sebagai bekal reintegrasi sosial setelah bebas.
Selain sektor pangan, Menteri Agus juga mendorong optimalisasi pembinaan kewirausahaan dan UMKM di dalam lapas. Bengkel kerja dan pelatihan vokasi diarahkan agar benar-benar produktif dan mampu menghasilkan nilai ekonomi nyata bagi warga binaan.
“Kami ingin pembinaan ini memberi manfaat ganda. Warga binaan memperoleh keterampilan dan penghasilan, sementara negara mendapat kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional,” tegas Agus Andrianto. (Khy)















