Jakarta, Porosjambimedia.com – Spion kendaraan bukan sekadar pelengkap, melainkan komponen penting yang berperan besar dalam keselamatan berkendara. Sayangnya, masih banyak pengemudi yang memasang dan mengatur spion secara asal, sehingga mengurangi fungsi penglihatan saat di jalan.
Dalam peraturan lalu lintas Indonesia, spion termasuk perangkat wajib yang harus terpasang pada kendaraan bermotor. Tanpa spion, pengemudi bisa dikenai sanksi karena dianggap tidak memenuhi persyaratan teknis kendaraan.
Namun, memasang spion saja tidak cukup. Posisi dan sudut pandangnya harus diatur dengan tepat agar mampu memberikan visibilitas maksimal terhadap kondisi sekitar kendaraan.
Aturan dan Fungsi Spion Kendaraan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menegaskan bahwa kendaraan bermotor wajib dilengkapi berbagai perlengkapan keselamatan, termasuk kaca spion. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berujung pada sanksi pidana atau denda.
Lebih dari sekadar kepatuhan hukum, spion berfungsi sebagai alat bantu utama untuk memantau kendaraan lain dari belakang dan samping, terutama saat berpindah jalur atau berbelok.
Cara Mengatur Spion yang Tepat
Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menjelaskan bahwa pengaturan spion harus dilakukan secara presisi, bukan berdasarkan kebiasaan semata.
Menurutnya, komposisi pandangan ideal pada spion adalah sekitar 90 persen mengarah ke area luar kendaraan dan hanya 10 persen yang menampilkan bagian bodi mobil.
Sebagai contoh, untuk spion kanan, sebagian kecil bodi kendaraan seperti gagang pintu atau pilar B bisa dijadikan patokan. Selebihnya, spion harus mengarah ke area lalu lintas di belakang dan samping kendaraan.
Pengaturan ini bertujuan memperluas sudut pandang pengemudi dan mengurangi blind spot yang kerap menjadi penyebab kecelakaan.
Pentingnya Spion yang Terpasang dengan Benar
Spion yang diatur dengan tepat akan membantu pengemudi mengambil keputusan lebih aman saat berkendara. Sebaliknya, spion yang salah posisi bisa menyesatkan pandangan dan meningkatkan risiko tabrakan.
Karena itu, sebelum memulai perjalanan, pastikan spion sudah terpasang lengkap dan diatur sesuai posisi duduk pengemudi. Kebiasaan sederhana ini bisa memberikan dampak besar terhadap keselamatan di jalan. (Ai)















