Jakarta, Porosjambimedia.com– Bima Arya Sugiarto selaku Wakil Menteri Dalam Negeri menegaskan bahwa desa menjadi titik sentral dalam pelaksanaan berbagai program strategis nasional yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto. Hal ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan merata hingga ke wilayah pedesaan.
Menurutnya, pemerintah pusat bersama berbagai kementerian terus mendorong kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat desa. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan sosialisasi pengawasan pemerintahan dan dana desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Arya menjelaskan sejumlah program unggulan seperti Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pengembangan Kampung Nelayan sebagai bentuk intervensi nyata bagi penguatan ekonomi desa.
Ia menilai, apabila pelaksanaan MBG dapat terintegrasi dengan peran Kopdeskel dan Kampung Nelayan—baik dari sisi produksi maupun distribusi—maka perputaran ekonomi di desa akan semakin meningkat dan memberi dampak langsung bagi masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Arya menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara. Ia mengingatkan bahwa dana publik harus benar-benar kembali dalam bentuk manfaat kepada masyarakat, serta tidak disalahgunakan.
Kunci keberhasilan program, lanjutnya, terletak pada sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ia menilai pemerintah daerah perlu bergerak selaras dengan ritme kerja cepat pemerintah pusat agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Kabupaten Jember. Turut hadir dalam agenda itu Ketua Komisi II Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, Wakil Ketua Komisi II Bahtra, Bupati Jember Muhammad Fawait, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jember. (Khy)















