Pandeglang, Porosjambimedia.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan makanan bergizi gratis (MBG) untuk balita dan ibu hamil di Kabupaten Pandeglang, Banten, disajikan menggunakan kantong plastik tanpa alas.
Juru Bicara BGN, Redy Hendra, menegaskan bahwa proses distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejatinya telah mengikuti standar operasional prosedur. Ia menyebut makanan dikirim menggunakan wadah khusus berupa foodtray, bukan kantong plastik.
Menurut Redy, penggunaan plastik dalam video yang beredar bukan berasal dari kebijakan BGN maupun prosedur resmi SPPG. Ia menekankan bahwa sistem pengemasan makanan MBG telah ditetapkan untuk menjamin kebersihan dan keamanan pangan.
Sementara itu, Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (8/1/2026) di wilayah Kecamatan Sukaresmi. Ia menyebut pengalihan wadah makanan dilakukan oleh salah satu kader posyandu setempat tanpa sepengetahuan petugas SPPG.
Dimas mengungkapkan bahwa setelah foodtray tiba di lokasi, makanan dipindahkan dan disajikan dalam kantong plastik oleh kader posyandu dengan alasan spontanitas. Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada penerima manfaat, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sementara foodtray dikembalikan kepada sopir dalam kondisi kosong.
Pihak SPPG baru mengetahui kejadian tersebut keesokan harinya setelah menerima laporan bahwa video penyajian makanan itu viral di media sosial. Menindaklanjuti hal tersebut, SPPG Karyasari mengundang para kader posyandu untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi.
Dalam pertemuan tersebut, kader posyandu yang bersangkutan mengakui bahwa pemindahan makanan ke kantong plastik dilakukan secara spontan tanpa mempertimbangkan dampak persepsi publik maupun aspek penyajian yang layak.
Video yang sempat beredar memperlihatkan makanan MBG disajikan dalam plastik berwarna kuning dan hijau. Perekam video mengungkapkan keterkejutannya terhadap kemasan makanan tersebut dan mempertanyakan kelayakan penyajian, sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut dari media sosial. (Khy)















