Kemenkes Tegaskan Penanganan Stunting Tak Cukup Lewat Program MBG

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting di Indonesia tidak dapat mengandalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) semata. Program tersebut dinilai penting sebagai langkah dasar perbaikan gizi, namun tidak cukup untuk menangani anak-anak yang telah mengalami stunting.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan bahwa stunting merupakan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan khusus dan bersifat individual. Setiap anak memiliki kebutuhan medis dan asupan gizi yang berbeda, sehingga pendekatan massal tidak bisa diterapkan secara menyeluruh.

Menurut Benjamin, anak yang mengalami stunting harus melalui pemeriksaan rutin yang mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, serta evaluasi kebutuhan gizi secara berkala. Penanganan ini membutuhkan pemantauan intensif oleh tenaga kesehatan, bukan sekadar pemberian makanan bergizi dalam jumlah yang sama.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan kondisi fisik setiap anak membuat dosis intervensi gizi dan medis harus disesuaikan. Oleh karena itu, penanganan stunting tidak bisa disamakan dengan program peningkatan gizi umum yang menyasar seluruh kelompok penerima.

Baca Juga :  Semut Langka Seharga Rp 3,7 Juta per Ekor, Perdagangan Ilegalnya Menggemparkan Dunia

Meski demikian, pemerintah tetap menempatkan MBG sebagai pondasi awal perbaikan kualitas gizi nasional. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan layanan MBG dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran dengan standar mutu dan keamanan pangan yang terjaga.

Setelah cakupan MBG dinilai optimal, Kementerian Kesehatan akan memperkuat strategi lanjutan untuk menangani anak-anak yang teridentifikasi mengalami stunting. Strategi tersebut melibatkan intervensi medis terukur, pemantauan berkala, serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan.

Benjamin menyebut, sekitar 18 persen anak di Indonesia masih berada dalam kategori stunting dan memerlukan penanganan serius. Pemeriksaan rutin, termasuk evaluasi pertambahan berat badan setiap dua minggu, menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Baca Juga :  Tips Lebih Sehat Mengonsumsi Mi Instan saat Terlambat Bangun Sahur

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi dampak MBG terhadap penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara instan. Seluruh data harus dikaji secara medis dan ilmiah agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Benjamin menekankan bahwa besarnya anggaran negara yang dialokasikan untuk program MBG harus memberikan hasil nyata, terutama dalam menekan angka stunting nasional. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar berdampak pada kesehatan dan masa depan anak Indonesia. (Khy)

Berita Terkait

Kemenag Kerinci Matangkan Persiapan Pelaksanaan OMI Tingkat Kabupaten Tahun 2026
Kenali BPA pada Wadah Air Minum, Ini Langkah Bijak untuk Menjaga Keamanan Keluarga
4 Tips Cegah Kolesterol Naik Saat Idul Adha, Tetap Bisa Nik
Rutin Jalan Kaki 5.000 Langkah Setiap Pagi, Ini 2 Manfaat Besarnya untuk Kesehatan
5 Manfaat Sarapan 2 Telur Rebus Setiap Hari, dari Energi hingga Kesehatan Otak
Tumit Kasar dan Pecah-pecah? Ini 3 Cara Praktis Rekomendasi Doris Day
Manfaat dan Kandungan Gizi Ubi Rebus, Benarkah Cocok untuk Diet?
Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Sungai Penuh, Pendaftaran Dibuka Hingga Juni 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB