Bos Kripto Global Chen Zhi Dibekuk di Kamboja, Diduga Otak Penipuan Digital Lintas Negara

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,Porosjambimedia.com – Otoritas Kamboja menangkap Chen Zhi, seorang pengusaha ternama yang masuk dalam daftar buronan internasional atas dugaan keterlibatan dalam jaringan penipuan kripto berskala global. Setelah penangkapan, Chen langsung diekstradisi ke China untuk menghadapi proses hukum.

Penangkapan dilakukan pada Rabu (7/1/2026) setelah aparat Kamboja menyelesaikan penyelidikan intensif selama berbulan-bulan. Selain Chen, dua warga negara China lainnya turut diamankan dalam operasi tersebut. Pemerintah Kamboja menyatakan tindakan ini dilakukan atas permintaan resmi otoritas China.

Kementerian Dalam Negeri Kamboja mengungkapkan bahwa status kewarganegaraan Kamboja milik Chen telah dicabut sejak Desember 2025, menyusul dugaan keterlibatannya dalam aktivitas kriminal lintas negara. Chen diketahui memiliki kewarganegaraan ganda sebelum pencabutan tersebut.

Nama Chen Zhi mencuat secara global setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat dan pemerintah Inggris pada Oktober 2025 menudingnya sebagai pemimpin jaringan kejahatan transnasional. Jaringan tersebut diduga menjalankan pusat-pusat penipuan online yang menyasar korban dari berbagai negara serta mengeksploitasi tenaga kerja hasil perdagangan manusia.

Baca Juga :  Sekolah Indonesia Cairo Menyemarakkan World Children Festival 2024 di Mesir.

Modus yang digunakan melibatkan skema investasi palsu, khususnya di sektor aset digital dan kripto. Korban dibujuk untuk menanamkan dana dengan janji keuntungan tinggi, namun uang tersebut justru dialihkan ke jaringan kriminal. PBB memperkirakan kerugian global akibat penipuan daring semacam ini mencapai antara 18 hingga 37 miliar dolar AS hanya dalam satu tahun.

Departemen Kehakiman AS sebelumnya juga mendakwa Chen atas tuduhan mengelola jaringan penipuan kripto yang beroperasi dari Kamboja dan merugikan korban hingga miliaran dolar. Dalam kasus tersebut, otoritas AS menyita bitcoin senilai sekitar 14 miliar dolar AS, yang disebut sebagai penyitaan aset kripto terbesar sepanjang sejarah.

Meski menghadapi berbagai tuduhan, perusahaan yang dipimpinnya, Prince Holding Group Kamboja, selama ini menggambarkan Chen sebagai figur pengusaha sukses dan dermawan. Perusahaan tersebut mengklaim bisnisnya dijalankan sesuai standar internasional dan berkontribusi besar terhadap perekonomian Kamboja.

Baca Juga :  Rossi Akhirnya Tiba di Mandalika, Jajal Sirkuit Pakai Mobil Sebelum Turun ke Trek Motor

Chen Zhi diketahui berasal dari Provinsi Fujian, China tenggara. Karier awalnya dimulai di industri gim daring sebelum akhirnya hijrah ke Kamboja pada awal 2010-an. Di negara tersebut, ia meraup kekayaan besar melalui sektor properti yang tengah berkembang pesat, seiring masuknya investasi besar-besaran dari China dalam kerangka proyek Inisiatif Sabuk dan Jalan. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB