Dunia Terbelah Usai AS Menangkap Presiden Venezuela, Rusia dan China Murka

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro memicu gelombang reaksi keras dari berbagai negara. Sejumlah kekuatan global seperti Rusia dan China mengecam keras langkah Washington, sementara sekutu AS justru memberikan dukungan terbuka.

Insiden penangkapan Maduro oleh pasukan AS di Caracas pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat disebut sebagai tindakan agresif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Langkah Presiden AS Donald Trump tersebut dinilai memperuncing ketegangan geopolitik dan menimbulkan kekhawatiran eskalasi konflik internasional.

Rusia Kecam Keras Operasi AS

Pemerintah Rusia secara terbuka mengutuk tindakan militer AS terhadap Venezuela. Moskow menilai serangan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang dapat dibenarkan dan mencederai prinsip kedaulatan negara.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut bahwa pendekatan ideologis Washington telah mengalahkan diplomasi dan rasionalitas. Rusia menegaskan dukungannya terhadap Venezuela serta menyerukan agar Amerika Selatan tetap dijaga sebagai kawasan damai.

“Amerika Serikat telah melakukan agresi bersenjata yang sangat berbahaya. Ini merupakan preseden serius dan harus dihentikan,” demikian pernyataan resmi Moskow.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Ny. Harmalis Zainal Nahkodai Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kerinci Masa Bakti 2024–2029

China Minta Maduro Segera Dibebaskan

China turut mengecam keras langkah AS dan mendesak pembebasan Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Beijing menilai penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat tidak dapat diterima.

Kementerian Luar Negeri China menyerukan agar AS menghentikan upaya menggulingkan pemerintahan Venezuela dan memilih jalur dialog serta negosiasi sebagai solusi.

“China menentang keras penggunaan kekuatan secara terang-terangan dan mendesak penyelesaian damai,” tegas pernyataan resmi Beijing.

Brasil Nilai AS Telah Melampaui Batas

Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menilai operasi AS di Venezuela sebagai tindakan yang melampaui batas kewajaran internasional. Menurutnya, penangkapan kepala negara asing melalui operasi militer merupakan preseden berbahaya bagi dunia.

Lula menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan penghinaan serius terhadap kedaulatan Venezuela dan dapat mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin.

Eropa Tolak Maduro, Namun Kritik Intervensi AS

Sikap berbeda datang dari Eropa. Pemerintah Spanyol dan Uni Eropa menegaskan tidak mengakui Nicolás Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela. Meski demikian, mereka juga menolak intervensi militer AS yang dinilai melanggar hukum internasional.

Baca Juga :  Ruben Onsu Kurangi Pergi ke Mal Selama Ramadan karena Tak Tahan Aroma Makanan

Parlemen Eropa menekankan bahwa penyelesaian krisis Venezuela harus mengedepankan transisi politik yang damai, demokrasi, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Israel dan Ukraina Beri Dukungan ke Trump

Di sisi lain, sekutu dekat AS justru menyambut positif langkah Trump. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pujian atas kepemimpinan Trump yang dinilainya tegas dan berani.

Ukraina juga menyatakan dukungan, dengan menilai rezim Maduro telah melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan demokrasi. Kyiv menekankan pentingnya kepentingan rakyat Venezuela sebagai prioritas utama. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB