Wakil Presiden Venezuela Desak Pembebasan Maduro dan Istri, Kritik Keras Aksi Militer AS

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Delcy Rodríguez, Wakil Presiden Venezuela, menuntut agar Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibebaskan dengan segera setelah ditangkap dalam sebuah operasi militer yang digelar oleh Amerika Serikat. Rodríguez menilai tindakan militer AS tersebut sebagai penculikan brutal yang bertentangan dengan prinsip hukum internasional.

Dilansir dari CNN pada Minggu, 4 Januari 2025, tuntutan ini dilontarkan oleh Rodríguez beberapa jam setelah pasangan Maduro dan Flores ditangkap oleh pasukan AS di Caracas dan beberapa lokasi lainnya di Venezuela.

Pemerintah Washington membenarkan operasi tersebut dengan alasan bahwa Maduro dan Flores, serta beberapa tokoh publik Venezuela lainnya, terlibat dalam terorisme narkoba, perdagangan obat-obatan terlarang, dan berbagai kejahatan lainnya. Tuduhan ini langsung dibantah oleh pemerintah Venezuela.

“Kami menuntut agar Presiden Nicolás Maduro dan Ibu Cilia Flores dibebaskan tanpa penundaan,” tegas Rodríguez dalam sebuah pidato yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi pemerintah VTV. Ia menambahkan bahwa Maduro adalah “satu-satunya Presiden yang sah” di Venezuela.

Rodríguez, bersama pejabat tinggi lainnya, menyebut penangkapan tersebut sebagai “penculikan” yang tidak sah dan menuduh AS telah melanggar hukum internasional. Ia juga menuduh pasukan AS melakukan “serangan brutal” terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Venezuela.

Baca Juga :  MoU Mendikdasmen–Kapolri Jadi Kado HGN 2025: Guru Kini Dapat Perlindungan Hukum Lebih Kuat

Sebagai respons terhadap peristiwa ini, pemerintah Venezuela berencana mengeluarkan dekrit yang akan menetapkan “keadaan darurat eksternal,” yang akan diserahkan ke Mahkamah Agung untuk mendapatkan validasi. Rodríguez juga mengimbau seluruh warga Venezuela untuk bersiap mempertahankan negara mereka dari potensi agresi lebih lanjut, meskipun tanpa merinci langkah-langkah konkret yang akan diambil.

“Kami menyerukan kepada semua warga Venezuela untuk tetap bersatu dan menjaga pertahanan negara ini. Tidak ada seorang pun yang boleh diam ketika agresi seperti ini terjadi terhadap tanah air kita,” ujar Rodríguez dalam pidatonya yang penuh semangat.

Wakil Presiden Venezuela ini juga mendesak negara-negara di kawasan Amerika Latin untuk menunjukkan solidaritas dengan Venezuela. Ia mengingatkan bahwa apa yang dialami oleh negara mereka bisa saja menimpa negara lain. “Penggunaan kekerasan untuk memaksakan kehendak di negara manapun bisa terjadi, dan kita harus menolaknya bersama-sama,” tambahnya.

Baca Juga :  Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 Brasil, Raih Podium Tanpa Siraman Sampanye

Pernyataan Rodríguez bertentangan dengan klaim yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump. Dalam sebuah konferensi pers di Florida, Trump mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah berbicara dengan Rodríguez. Menurut Trump, Rodríguez telah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dalam fase baru bagi Venezuela, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai detil pernyataan ini.

Trump juga mengomentari bahwa seorang wakil presiden yang diangkat oleh Maduro, yang saat ini memegang jabatan tersebut, berencana untuk bekerja sama dengan AS. “Saya rasa mereka cukup sopan. Kami akan melakukan ini dengan benar,” kata Trump merujuk pada pernyataan Rodríguez. (Dla)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB