Jakarta,Porosjambimedia.com– Putri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Ju Ae, untuk pertama kalinya terlihat melakukan kunjungan ke Istana Matahari Kumsusan, mausoleum yang menjadi tempat peristirahatan terakhir kakek dan buyutnya, Kim Jong Il dan Kim Il Sung. Kunjungan ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan Kim Ju Ae dipersiapkan sebagai penerus kepemimpinan Korea Utara.
Menurut laporan AFP, kunjungan tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas militer Pyongyang. Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara secara signifikan memperbanyak uji coba rudal yang dinilai para analis bertujuan meningkatkan kemampuan serangan presisi, menantang Amerika Serikat dan Korea Selatan, serta menguji sistem persenjataan sebelum diekspor ke negara lain, termasuk Rusia.
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan bahwa Kim Jong Un baru-baru ini mengunjungi sejumlah fasilitas industri pertahanan dan memerintahkan peningkatan kapasitas produksi. Ia menekankan perlunya persiapan menghadapi tahun yang sibuk dengan memperluas kemampuan manufaktur guna memenuhi kebutuhan angkatan bersenjata.
“Sektor produksi rudal dan amunisi memegang peran penting dalam memperkuat pencegahan perang,” ujar Kim Jong Un, seraya memerintahkan pembangunan pabrik amunisi baru.
Klaim Kesiapan Tempur
Dalam kunjungan terpisah ke sebuah pabrik persenjataan, Kim Jong Un mengklaim sistem peluncur roket multiple buatan Korea Utara memiliki kemampuan untuk “menghancurkan musuh”. Pernyataan ini disampaikan sehari setelah Pyongyang mengumumkan uji tembak dua rudal jelajah strategis jarak jauh sebagai bentuk kesiapan menghadapi ancaman eksternal.
KCNA menyebut sistem senjata tersebut akan menjadi sarana serangan utama militer Korea Utara. Kim Jong Un menggambarkannya sebagai senjata berdaya hancur tinggi dengan akurasi presisi yang mampu melancarkan serangan mendadak dan terkonsentrasi dalam operasi militer skala besar.
Peran Kim Ju Ae Kian Disorot
Kemunculan Kim Ju Ae dalam kunjungan ke mausoleum keluarga Kim dinilai sebagai langkah simbolis yang penting. KCNA menampilkan Ju Ae mendampingi ayahnya bersama para pejabat tinggi negara, memperkuat persepsi bahwa posisinya dalam struktur kekuasaan semakin diperhatikan.
Badan intelijen Korea Selatan sebelumnya menyatakan bahwa Ju Ae diyakini telah dipersiapkan sebagai penerus, terutama setelah ia mendampingi Kim Jong Un dalam kunjungan penting ke Beijing. Sejak diperkenalkan ke publik pada 2022 saat menghadiri peluncuran rudal balistik antarbenua, media pemerintah Korea Utara kerap menyebutnya sebagai “anak kesayangan” dan “hyangdo”, istilah yang biasanya digunakan untuk pemimpin tertinggi atau calon penerus.
Dinasti Keluarga Kim
Korea Utara telah diperintah oleh keluarga Kim selama beberapa dekade. Kultus kepribadian yang berpusat pada “garis keturunan Paektu” menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan politik dan sosial negara tersebut.
Kim Jong Un merupakan pemimpin ketiga dalam garis suksesi setelah ayahnya Kim Jong Il dan kakeknya Kim Il Sung. Kedua pendahulunya, yang dalam propaganda negara dijuluki sebagai “pemimpin abadi”, dimakamkan di Istana Matahari Kumsusan, yang kini juga menjadi simbol legitimasi kekuasaan dinasti Kim. (Dta)















