Jakarta, Porosjambimedia.com – Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memutuskan untuk tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun 2026. Keputusan ini diambil sebagai wujud solidaritas dan empati terhadap korban bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di Sumatera.
Sebagai gantinya, TMII akan mengadakan aksi simbolik penyalaan 1.000 lilin yang merepresentasikan doa, harapan, dan kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana.
Pelaksana Tugas Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk refleksi sosial di tengah suasana duka nasional.
“Pada tahun ini kami memilih tidak menyalakan kembang api. Aksi 1.000 lilin menjadi simbol kepedulian dan empati kami terhadap saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah,” ujar Ratri di Jakarta Timur, Minggu (28/12/2025).
Di tengah kebijakan tersebut, antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke TMII selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tetap tinggi. Ratri menyebut jumlah pengunjung harian berkisar antara 20 ribu hingga 25 ribu orang.
Hingga akhir Desember, total pengunjung telah mencapai sekitar 120 ribu orang, dan pihak pengelola menargetkan 300 ribu pengunjung hingga puncak liburan pada 4 Januari 2026.
Selain aksi lilin, TMII juga menggelar penggalangan dana kemanusiaan yang terbuka bagi pengunjung. Donasi tersebut akan disalurkan untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera.
“Penggalangan dana ini bersifat sukarela. Kami ingin momen liburan akhir tahun juga menjadi ruang untuk berbagi dan menunjukkan solidaritas,” tambah Ratri.
Dengan konsep perayaan yang lebih reflektif dan humanis, TMII berharap malam pergantian tahun dapat dimaknai bukan sekadar hiburan, tetapi juga sebagai momentum kepedulian sosial. (Hst)















