Tsunami Ambon 1674: Kesaksian Sejarah Gelombang Raksasa yang Mengubah Daratan Jadi Lautan

- Redaksi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia, Porosjambimedia.com Sejarah mencatat sebuah bencana besar yang pernah mengguncang Nusantara dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Maluku. Pada 17 Februari 1674, wilayah Ambon dan sekitarnya dilanda gempa bumi dahsyat yang disusul tsunami raksasa, menjadikannya salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Indonesia.

Saat malam tiba, kondisi alam dilaporkan sangat tenang. Tidak ada hujan maupun angin kencang. Namun ketenangan itu berubah drastis ketika bumi bergetar hebat dan laut tiba-tiba bergerak naik ke daratan. Gelombang besar menyapu pemukiman, menghancurkan desa-desa, serta menelan ribuan korban jiwa.

Peristiwa ini terdokumentasi secara rinci oleh George Eberhard Rumphius, seorang naturalis Eropa yang tinggal di Ambon pada masa kolonial. Rumphius awalnya datang sebagai bagian dari pasukan VOC, namun ketertarikannya pada alam dan masyarakat setempat membawanya pada peran penting dalam pencatatan sejarah dan ilmu pengetahuan.

Baca Juga :  HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global

Dalam catatannya, Rumphius menggambarkan bagaimana tanah berguncang hebat hingga terasa seperti ombak laut. Penduduk yang berusaha menyelamatkan diri ke area terbuka justru dikejutkan oleh naiknya air laut secara tiba-tiba. Gelombang besar melampaui atap rumah dan menyeret apa pun yang dilewatinya, termasuk batuan karang yang terlempar jauh ke daratan.

Rumphius sendiri selamat dari bencana tersebut, namun tragedi itu merenggut nyawa lebih dari 2.300 orang di Ambon dan Pulau Seram, termasuk anggota keluarganya. Kesaksian ini kemudian menjadi bagian penting dalam karya monumentalnya, Herbarium Amboinense, yang tak hanya membahas flora dan fauna, tetapi juga mencatat peristiwa bencana besar di Nusantara.

Para ahli kebencanaan modern mengakui tsunami Ambon 1674 sebagai catatan tsunami tertua dan terbesar di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut peristiwa tersebut sebagai tonggak awal dokumentasi gempa dan tsunami di wilayah Nusantara.

Baca Juga :  Minimarket Dijarah di Tapanuli Tengah, Warga Terdesak Kekurangan Logistik Usai Banjir Besar

Penelitian terkini memperkirakan gempa pemicu tsunami memiliki kekuatan sekitar Magnitudo 7,9, disertai fenomena likuifaksi dan longsoran pantai berskala besar. Kombinasi faktor inilah yang menyebabkan gelombang tsunami mencapai ketinggian ekstrem dan daya rusak luar biasa.

Sebagai negara yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap gempa dan tsunami. Oleh karena itu, para ilmuwan dan pemerintah terus mendorong penguatan mitigasi bencana agar tragedi serupa tidak kembali terulang di masa depan. (Hst)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB