Coretax Mulai Diimplementasikan, Jumlah PKP Melonjak 9 Persen pada 2025

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA,  Porosjambimedia.com – Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, menyampaikan bahwa jumlah Pengusaha Kena Pajak (PKP) pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan seiring beroperasinya sistem administrasi perpajakan baru, Coretax.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Rabu (26/11/2025), Bimo menjelaskan bahwa pertumbuhan data PKP bukan hanya dipicu oleh penerapan sistem Coretax, tetapi juga oleh perbaikan mekanisme administrasi dan meningkatnya kepatuhan wajib pajak.

Hingga November 2025, jumlah PKP tercatat mencapai 735.838, naik 60.874 wajib pajak atau sekitar 9,02% dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 674.964 PKP.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas

“PKP bertambah dari 674.964 pada 2024 menjadi 735.838 pada 2025. Kenaikan ini mencapai 9,02%,” ujar Bimo.

Coretax Tingkatkan Validitas Data Pajak

Bimo menegaskan bahwa Coretax menjadi sistem inti yang memperkuat proses pengelolaan informasi wajib pajak. Sistem ini mengintegrasikan seluruh tahapan administrasi—mulai dari pendaftaran, pembayaran, pelaporan, layanan pajak, pengawasan, penagihan, hingga penyelesaian sengketa pajak.

Menurutnya, dengan struktur data yang lebih lengkap dan akurat, otoritas pajak kini lebih mudah melakukan analisis potensi penerimaan dan memonitor kepatuhan wajib pajak.

“Peningkatan jumlah PKP tidak semata-mata disebabkan oleh Coretax, tetapi juga oleh perbaikan proses internal DJP serta membaiknya aktivitas ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga :  Kapal Perang Iran Tenggelam Dihantam Torpedo AS, 87 Tentara Tewas

Penerapan Coretax menjadi salah satu agenda besar reformasi perpajakan yang bertujuan memperkuat basis pajak dan meningkatkan transparansi pengelolaan data fiskal. (Hst)

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB