Porosjambimedia.com – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, tampil sebagai pembicara penutup dalam Bloomberg New Economy Forum (BNEF) 2025 yang digelar di Singapura pada 21 November 2025.
Dengan mengusung tema “Thriving in an Age of Extremes”, Jokowi memaparkan arah pembangunan Indonesia yang berfokus pada penguatan infrastruktur, percepatan digitalisasi, serta visi menuju ekonomi berbasis teknologi.
Penampilan Jokowi di forum internasional itu kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu figur yang diperhitungkan dalam percaturan ekonomi global. Pada April 2025, Bloomberg New Economy resmi menunjuk Jokowi sebagai anggota Dewan Penasihat Global, menjadikannya perwakilan dari negara berkembang yang dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika geopolitik.
Dewan penasihat tersebut beranggotakan 21 tokoh dunia lintas sektor, mulai dari mantan pejabat tinggi pemerintahan, pemimpin institusi multilateral, hingga ekonom berpengaruh. Nama-nama seperti Gina Raimondo, Mario Draghi, Ngozi Okonjo-Iweala, Kristalina Georgieva, serta Zhou Xiaochuan turut duduk dalam struktur tersebut.
Dalam forum itu, Jokowi diposisikan sebagai representasi kawasan Global South, khususnya Asia Tenggara, yang dinilai berhasil menggabungkan pembangunan fisik dengan agenda transformasi digital. Kehadirannya dianggap strategis dalam menghubungkan kepentingan regional dengan jejaring ekonomi global.
BNEF sendiri merupakan ajang yang mempertemukan pemimpin politik, pebisnis besar, dan pengambil kebijakan internasional untuk bertukar gagasan mengenai masa depan ekonomi dunia.
Forum ini sering menjadi ruang diplomasi strategis di mana berbagai negara mempresentasikan arah kebijakannya kepada komunitas investor dan pengambil keputusan global.
Pada pidatonya, Jokowi kembali menegaskan komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan, perluasan konektivitas nasional, hilirisasi industri, dan penguatan ekosistem digital. Ia juga menekankan pentingnya stabilitas kebijakan sebagai syarat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan adaptif.
Kehadiran Jokowi di forum tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi global sekaligus memperluas jejaring strategis yang mendukung investasi dan kerja sama internasional. (Hst)
Sumber Berita : Kompas.com















