Porosjambimedia.com – Peringkat kekuatan militer dunia kembali diperbarui oleh Global Firepower (GFP) untuk tahun 2025. Lembaga analisis militer internasional tersebut menilai kekuatan pertahanan 145 negara melalui lebih dari 60 indikator, mencakup jumlah personel, kondisi ekonomi, kemampuan logistik, teknologi, hingga kapasitas industri pertahanan.
Dari hasil pemeringkatan terbaru, tiga negara besar—Amerika Serikat, Rusia, dan China—kembali menguasai posisi teratas berkat kombinasi teknologi modern, jumlah alutsista besar, serta dukungan anggaran pertahanan yang masif.
1. Amerika Serikat – Tetap Perkasa di Puncak
AS mempertahankan posisinya sebagai kekuatan militer paling dominan dengan skor PowerIndex 0,0744. Negeri Paman Sam unggul dalam berbagai aspek strategis, mulai dari jumlah pesawat tempur, armada kapal selam, helikopter serang, hingga infrastruktur logistik terbesar di dunia. Dengan anggaran pertahanan lebih dari US$873 miliar pada 2024, AS berada jauh di atas negara lain dalam hal modernisasi dan pengembangan teknologi militer.
2. Rusia – Tetap Tangguh Meski Hadapi Tekanan
Rusia menempati urutan kedua dengan skor 0,0788. Meski menghadapi tekanan ekonomi dan geopolitik, Moskow masih memegang keunggulan dalam sistem artileri, kendaraan tempur, hingga MLRS (Multiple Launch Rocket System).
Kapasitas cadangan energi dan personel membuat Rusia tetap menjadi salah satu kekuatan darat terbesar di dunia.
3. China – Raksasa Asia yang Terus Melaju
Di posisi ketiga, China meraih skor 0,0788. Militer Negeri Tirai Bambu unggul dari sisi populasi, jumlah personel aktif, hingga kekuatan industri nasional. Kapal perang dan belanja militer China terus meningkat, meskipun negara ini masih memiliki tantangan dalam konsumsi energi dan beban utang luar negeri.
4. India – Kekuatan Raksasa di Asia Selatan
India berada di peringkat keempat dengan nilai 0,1184. Negara berpenduduk terbesar di dunia ini mencatat angka personel militer aktif dan cadangan yang sangat besar. Produksi batu bara dan kapasitas industri yang kuat turut mendukung posisi India sebagai pemain besar di Asia.
5. Korea Selatan – Militer Modern dan Disiplin Tinggi
Korea Selatan menempati peringkat kelima dengan skor 0,1656. Program wajib militer serta investasi besar pada kapal perusak, pesawat tempur, dan kapal selam menjadikan negeri ginseng salah satu militer paling modern di Asia. Namun, ketergantungan energi fosil masih menjadi tantangan.
6. Inggris – Kekuatan Tradisional Eropa
Inggris menempati posisi keenam (0,1785). London mempertahankan reputasinya lewat armada kapal induk modern, anggaran pertahanan besar, serta kekuatan cadangan yang solid. Walau demikian, Inggris melemah pada sektor paramiliter dan asupan energi.
7. Prancis – Modern dan Terlatih
Prancis menempati urutan ketujuh (0,1878), unggul dalam anggaran pertahanan, armada tanker, serta kapal induk. Namun, kekurangan pada sektor pesawat serang dan konsumsi energi besar menahan laju negara ini untuk menempati posisi lebih tinggi.
Bagaimana Posisi Indonesia?
Indonesia secara mengejutkan berada di peringkat ke-13 dengan skor 0,2557, naik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
RI menonjol dalam faktor populasi besar, tenaga kerja kuat, produksi batu bara, serta armada kapal niaga yang luas. Namun, Indonesia masih tertinggal dalam hal kapal induk, helikopter militer, dan kapal perusak.
Posisi ini tetap menunjukkan bahwa Indonesia merupakan kekuatan militer terbesar di Asia Tenggara dan salah satu yang paling berpengaruh di kawasan Indo-Pasifik. (Hst)
Editor : Hesty
Sumber Berita : CNBC















