Jakarta, Porosjambimedia.com – Harga emas dunia kembali menanjak ke level tertinggi dalam hampir tiga minggu terakhir, seiring meningkatnya keyakinan pelaku pasar bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) akan memangkas suku bunga pada akhir tahun ini.
Pada penutupan perdagangan Selasa (11/11/2025) waktu New York, harga emas dunia naik 0,26% ke posisi US$4.126,44 per troy ons, melanjutkan tren kenaikan tiga hari berturut-turut. Kenaikan ini sekaligus menjadi harga tertinggi sejak 20 Oktober 2025.
Sementara pada perdagangan Rabu (12/11/2025) pagi pukul 06.30 WIB, harga emas di pasar spot masih menguat 0,28% ke level US$4.136,59 per troy ons.
Penguatan emas didorong oleh ekspektasi bahwa drama politik dan potensi penutupan pemerintahan (shutdown) di AS segera berakhir. Dengan demikian, publikasi data ekonomi penting dapat kembali dilakukan, yang diyakini akan memperkuat sinyal pelemahan ekonomi dan membuka ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga bulan Desember mendatang.
“Pasar menilai data ekonomi AS akan menunjukkan pelemahan signifikan. Jika itu terjadi, peluang pemangkasan suku bunga akan semakin besar — hal yang positif untuk emas dan perak,” ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, Rabu (12/11/2025).
Sebagaimana diketahui, emas cenderung menguat di tengah lingkungan suku bunga rendah, karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), namun tetap dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sebelumnya, Senat AS menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri kebuntuan politik yang memicu penutupan pemerintahan terlama dalam sejarah. Dampak shutdown ini sempat mengganggu publikasi data ekonomi, termasuk laporan ketenagakerjaan dan inflasi.
Di sisi lain, Gubernur The Fed Stephen Miran mengindikasikan bahwa pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Desember mungkin diperlukan, mengingat lemahnya pasar tenaga kerja dan inflasi yang terus melandai.
Menurut laporan UBS, permintaan emas global tahun ini diprediksi menjadi yang terkuat sejak 2011, terutama karena meningkatnya ketegangan geopolitik dan risiko politik di berbagai kawasan.
“Setiap lonjakan risiko global bisa mendorong emas menembus target kenaikan baru di US$4.700 per troy ons,” tulis UBS dalam catatannya.
Harga Perak Ikut Menguat
Tak hanya emas, harga perak (XAG) juga mengalami lonjakan tajam. Pada penutupan perdagangan Selasa (11/11/2025), perak naik 1,36% menjadi US$51,23 per troy ons — level tertinggi dalam dua minggu terakhir.

Namun, pada perdagangan Rabu (12/11/2025) pagi, harga perak sedikit terkoreksi 0,18% ke level US$51,32 per troy ons, setelah reli kuat selama tiga hari berturut-turut. (Hst)
Sumber Berita : CNBC INDONESIA















