15 Bioskop Terancam Gulung Tikar, Industri Layar Lebar Indonesia Masuki Fase Kritis

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com — Industri bioskop nasional tengah berada dalam kondisi tidak stabil meski film-film Indonesia terus mencatat pertumbuhan penonton.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa sejumlah jaringan bioskop kini berada di ambang penutupan akibat perubahan perilaku konsumsi tontonan masyarakat.

Menurut Teuku, terdapat 15 bioskop yang telah menyatakan rencana untuk menghentikan operasional, terutama karena penonton kini banyak beralih ke layanan streaming berbayar serta tekanan ekonomi yang berdampak pada daya beli hiburan masyarakat.

“Tren menonton masyarakat berubah. Ada 15 bioskop yang mulai tidak mampu bertahan karena penonton semakin sedikit dan banyak orang lebih memilih menonton lewat platform streaming,” ujar Teuku dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Kamis lalu, dikutip Minggu (9/11/2025).

Masalah penurunan jumlah penonton ini menjadi salah satu keluhan utama para pelaku usaha perfilman. Selain itu, terbatasnya jumlah layar di Indonesia juga menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan industri.

Baca Juga :  Rutan Sungai Penuh Ikuti Peringatan HKN ke-61, Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Sehat untuk Masa Depan Hebat.

“Mulai dari keterbatasan akses ke layar, permodalan, hingga pembajakan film, semua itu membuat sektor ini sangat rentan. Kami terus berkoordinasi dengan para pelaku industri untuk mencari solusi,” jelas Teuku.

Sekretaris Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Judith Dipodiputro, juga mengonfirmasi kondisi tersebut. Ia menyebut minat masyarakat menonton film di bioskop memang mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Benar, ada 15 bioskop yang bersiap tutup. Ini bagian dari dinamika industri. Kami berharap fase sulit ini cepat berlalu,” kata Judith.

Ia menuturkan bahwa dialog antara BPI, pemerintah, dan DPR RI menjadi momentum penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan klasik industri layar lebar.

Baca Juga :  Berstatus Awas, Gunung Semeru Embuskan Asap Setinggi 1.000 Meter

“Kami berterima kasih karena keluhan para pelaku film mulai mendapat ruang pembahasan. Setidaknya ada harapan agar industri bisa kembali bangkit,” tambahnya.

BPI sebelumnya menyoroti bahwa rasio layar Indonesia hanya 0,7 per 100.000 penduduk, jauh tertinggal dari Thailand (1,7) dan Malaysia (3,6). Dengan populasi besar, Indonesia seharusnya memiliki sekitar 10.000 layar, namun hingga kini baru tersedia 2.375 layar di 496 lokasi bioskop.

Meski ada penambahan lokasi dan layar pada 2024, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal untuk mendukung pertumbuhan industri film nasional. (Hst)

Sumber Berita : CNBC INDONESIA

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB