PorosJambiMedia.com – Sebagian besar orang tua pasti pernah melihat anaknya gelisah atau tiba-tiba terbangun di malam hari saat sedang demam. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh mimpi buruk yang muncul saat suhu tubuh meningkat. Mimpi buruk bukan hanya membuat anak takut, tetapi juga bisa mengganggu kualitas tidurnya.
Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan anak lebih rentan mengalami mimpi buruk ketika demam? Berikut penjelasannya.
1. Peningkatan Suhu Tubuh Mempengaruhi Aktivitas Otak
Saat anak demam, suhu tubuh—terutama di bagian kepala—meningkat. Suhu tinggi ini bisa memengaruhi kinerja otak, khususnya bagian yang mengatur imajinasi dan persepsi. Ketidakseimbangan zat kimia di otak akibat panas tubuh membuat otak tetap aktif saat anak tertidur, terutama di fase Rapid Eye Movement (REM). Akibatnya, otak menciptakan gambaran atau cerita mimpi yang terasa sangat nyata — inilah yang disebut mimpi buruk.
2. Pengaruh Obat-Obatan Saat Anak Demam
Beberapa jenis obat antibiotik, antihistamin, dan obat penurun demam bisa memicu efek samping berupa mimpi buruk. Hal ini disebabkan oleh perubahan kadar neurotransmitter di otak akibat obat-obatan tersebut. Jika anak mulai sering bermimpi buruk setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter untuk menyesuaikan dosis atau mengganti obat yang lebih aman.
3. Mekanisme Perlindungan Tubuh
Ketika suhu tubuh meningkat, otak anak menganggap kondisi tersebut sebagai “ancaman”. Dalam situasi ini, sistem saraf berusaha membangunkan tubuh agar bisa “melarikan diri” dari bahaya. Namun karena tubuh dalam keadaan istirahat, reaksi ini tidak tersampaikan dengan sempurna, sehingga otak menyalurkannya melalui mimpi yang intens — salah satunya mimpi buruk.
Cara Mencegah Mimpi Buruk Saat Anak Demam
Untuk membantu anak tidur lebih nyenyak saat demam, orang tua bisa melakukan beberapa langkah berikut:
- Pastikan anak tidur di ruangan yang sejuk dan nyaman.
- Gunakan pakaian tipis berbahan katun agar panas tubuh mudah keluar.
- Hindari penggunaan selimut tebal.
- Temani anak saat tidur, agar ia merasa aman dan tenang.
- Berikan asupan cairan cukup dan pantau suhu tubuh secara berkala.
Selain itu, usahakan anak tidur di tempat yang familiar agar otaknya tidak menafsirkan lingkungan baru sebagai ancaman. Lingkungan tidur yang aman dapat mengurangi kemungkinan terjadinya mimpi buruk. (Hst)
Sumber Berita : Halodoc.com















