Kerinci, Porosjambimedia.com – Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Muara Semerah Mudik terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Data terbaru menyebutkan, jumlah warga yang terkonfirmasi positif kini telah mencapai enam orang.
Situasi ini memicu kekhawatiran masyarakat dan pemerintah desa setempat. Melalui Program Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, upaya pengasapan atau fogging telah diajukan ke Dinas Kesehatan sebagai langkah penanganan lanjutan.
Meski demikian, warga diimbau untuk tidak hanya bergantung pada fogging.
Pemerintah desa menekankan pentingnya tindakan pencegahan mandiri melalui gerakan 3M Plus. Upaya tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah, menggunakan obat anti nyamuk, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Pemerintah desa dan instansi terkait meminta seluruh masyarakat Desa Muara Semerah Mudik untuk segera melakukan aksi nyata melalui metode 3M Plus:
- Menguras dan Menutup: Membersihkan serta menutup rapat tempat penampungan air dan memperbaiki saluran air yang tersumbat.
- Mengubur: Menyingkirkan atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air hujan.
- Membersihkan Lingkungan: Gotong royong membersihkan halaman dan pekarangan rumah dari sarang nyamuk.Plus: Menggunakan obat nyamuk serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang menjadi tempat favorit nyamuk bersembunyi.
DBD sendiri disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini umumnya berkembang biak di genangan air bersih, sehingga lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya menjadi faktor utama penyebaran penyakit.
Mengingat penularan melalui nyamuk Aedes aegypti berlangsung sangat cepat, kerjasama seluruh warga sangat diharapkan demi memutus mata rantai penularan dan menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan desa.
Pihak desa juga mengingatkan bahwa fogging hanya efektif membasmi nyamuk dewasa, namun tidak dapat menghilangkan telur dan jentik. Oleh sebab itu, pemberantasan sarang nyamuk secara rutin dinilai sebagai langkah paling efektif untuk memutus rantai penyebaran.
Kepala Desa Muara Semerah Mudik, Vasihan Yama Putra, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan fogging melalui puskesmas dan diteruskan ke Dinas Kesehatan. Namun hingga kini, pelaksanaannya masih menunggu arahan lebih lanjut.
Ia mengajak seluruh warga untuk segera menyebarluaskan informasi ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar, mengingat jumlah kasus yang terus bertambah.
Pemerintah desa berharap adanya peran aktif seluruh masyarakat agar penyebaran DBD dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain. (Hst)















