SUNGAI PENUH, Porosjambimedia.com – Pemerintah Kota Sungai penuh melaluii Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang cenderung meningkat saat musim hujan.
Melalui sosialisasi yang disampaikan kepada publik, DBD dijelaskan sebagai penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala serius bahkan berisiko fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Peningkatan kasus DBD saat musim hujan bukan tanpa alasan. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak genangan air di lingkungan sekitar, seperti pada barang bekas, ban, hingga saluran air yang tersumbat. Kondisi ini menjadi tempat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Selain itu, suhu udara yang hangat dan kelembapan tinggi mempercepat siklus hidup nyamuk dari jentik menjadi dewasa. Telur nyamuk yang sebelumnya kering juga dapat menetas kembali saat terkena air hujan, sehingga populasi nyamuk meningkat secara signifikan.
Dalam upaya pencegahan, masyarakat diimbau untuk menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin minimal satu kali dalam seminggu, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air, serta menutup rapat tempat penyimpanan air.
Selain pencegahan, masyarakat juga diminta untuk mengenali gejala awal DBD seperti demam tinggi, nyeri otot dan sendi, diare, sakit perut, hingga munculnya bintik merah pada kulit. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Untuk pertolongan pertama, penderita disarankan memperbanyak minum air putih, mengonsumsi makanan bergizi terutama tinggi protein, serta menurunkan panas dengan obat penurun demam dan kompres air dingin.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, turut mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama mencegah penyebaran DBD.
Dengan meningkatnya kesadaran dan kepedulian masyarakat, diharapkan kasus DBD di Kota Sungai Penuh dapat ditekan meski berada di tengah musim hujan. (Hst)















