Jokowi Tegaskan Proyek Whoosh Adalah Investasi Sosial, Bukan Beban Utang

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Porosjambimedia.com — Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh tidak boleh hanya dilihat dari sisi utang dan keuntungan finansial semata.

Menurutnya, pembangunan moda transportasi massal tersebut merupakan investasi sosial dan publik jangka panjang untuk menciptakan sistem transportasi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.

“Transportasi publik seperti Whoosh adalah bentuk investasi sosial, bukan semata proyek bisnis. Keuntungannya bukan dihitung dari laba, tapi dari manfaat sosial yang dirasakan masyarakat,” ujar Jokowi, Senin (27/10/2025).

Belakangan, proyek Kereta Cepat Whoosh menjadi sorotan publik karena biaya pembangunan yang mencapai USD 7,26 miliar atau sekitar Rp119 triliun, termasuk pembengkakan dana sebesar USD 1,21 miliar.

Sebagian besar pendanaan berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) sebesar 75 persen, sementara sisanya dibiayai melalui konsorsium BUMN Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi menilai wajar jika proyek transportasi publik memiliki nilai investasi besar, karena manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang — bukan hanya secara ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

“Kalau ada subsidi atau pembiayaan dari negara, itu bukan kerugian, tapi bentuk investasi untuk kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Baca Juga :  Prediksi Musim Kemarau Tahun 2024 di Indonesia

Jokowi menjelaskan, proyek Whoosh dan moda transportasi massal lain seperti MRT, LRT, dan KRL, merupakan bagian dari solusi menyeluruh untuk mengatasi kemacetan kronis di Jakarta, Jabodetabek, dan Bandung.

Ia memaparkan, kemacetan di wilayah tersebut menyebabkan kerugian ekonomi nasional mencapai lebih dari Rp100 triliun per tahun.

“Selama ini negara kita rugi besar karena kemacetan. Dengan transportasi publik, masyarakat bisa beralih dari kendaraan pribadi, waktu tempuh berkurang, polusi menurun, dan produktivitas meningkat,” ujarnya.

Mantan kepala negara itu menekankan bahwa subsidi terhadap transportasi publik merupakan bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Ia mencontohkan, MRT Jakarta disubsidi sekitar Rp800 miliar per tahun, dan jumlah itu akan meningkat seiring perluasan rute.

“Kalau seluruh jalur MRT selesai, subsidinya bisa mencapai Rp4,5 triliun per tahun. Tapi itu bukan kerugian, melainkan investasi untuk mobilitas warga,” jelas Jokowi.

Menurutnya, pemerintah butuh waktu sekitar 12 tahun perencanaan dan pembangunan agar ekosistem transportasi publik bisa sepenuhnya efisien dan mandiri.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Wilayah Rawan

Selain manfaat sosial, Jokowi juga menyoroti dampak ekonomi berlapis (multiplier effect) dari proyek-proyek transportasi publik.

Sejak beroperasi, MRT Jakarta telah melayani 171 juta penumpang, sementara Whoosh sudah mencatat 12 juta penumpang hingga Oktober 2025. Kehadiran kereta cepat juga memicu kenaikan nilai properti dan pertumbuhan sektor pariwisata di Bandung.

“Whoosh memberi efek ganda yang positif bagi ekonomi daerah, terutama sektor properti, pariwisata, dan perdagangan,” ungkapnya.

Menjawab kekhawatiran publik soal potensi kerugian finansial proyek Whoosh, Jokowi optimistis jumlah penumpang akan terus meningkat, sehingga beban keuangan dapat menurun secara bertahap.

“Sekarang penumpang per hari sudah mencapai 19 ribu orang, dan totalnya sudah 12 juta penumpang. Kalau trennya terus naik setiap tahun, defisit akan makin kecil,” tutup Jokowi. (Hst)

Sumber Berita : CNA INDONESIA

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB