Sanae Takaichi Catat Sejarah, Jadi Perdana Menteri Perempuan Pertama Jepang

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOKYO, Porosjambimedia.com — Jepang mencatat sejarah politik baru. Untuk pertama kalinya sejak berdirinya negara modern, parlemen Jepang pada Selasa (21/10/2025) memilih Sanae Takaichi sebagai perdana menteri perempuan pertama. Keputusan ini menandai era baru di tengah dinamika politik yang kian konservatif.

Pemilihan berlangsung setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) mencapai kesepakatan koalisi dengan Partai Inovasi Jepang (Ishin no Kai), kelompok sayap kanan yang berbasis di Osaka.

Koalisi ini diharapkan memperkuat posisi pemerintahan, meski berisiko menimbulkan perpecahan politik karena pergeseran ideologi yang semakin ekstrem.

Takaichi, yang dikenal dengan pandangan ultrakonservatif dan kedekatannya dengan almarhum mantan Perdana Menteri Shinzo Abe, meraih 237 suara, unggul atas Yoshihiko Noda dari Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDPJ) yang memperoleh 149 suara.

Saat hasil diumumkan, Takaichi membungkuk dalam-dalam di depan parlemen — gestur khas Jepang yang sarat makna penghormatan.

“Saya akan bekerja keras untuk melindungi bangsa, memperkuat perekonomian, dan mengembalikan kepercayaan rakyat,” ujar Takaichi dalam pidato perdananya di Diet Nasional Jepang.

Berbeda dari banyak politisi Jepang yang berasal dari keluarga elite, Takaichi lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja di perusahaan otomotif, sementara ibunya adalah petugas kepolisian. Latar belakang ini membuatnya dipandang sebagai simbol “rakyat biasa yang menembus dinding kekuasaan.”

Baca Juga :  Tragedi Longsor Cisarua: Satu Keluarga Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Takaichi dikenal sebagai sosok disiplin dengan ideologi nasionalis kuat. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Keamanan Ekonomi dan Menteri Dalam Negeri, serta lama menjadi pendukung setia kebijakan “Abenomics” — strategi ekonomi peninggalan Shinzo Abe yang menggabungkan stimulus fiskal dan kebijakan moneter longgar.

Meski sering dibandingkan dengan Margaret Thatcher, Takaichi justru menempuh arah berbeda dalam hal ekonomi. Ia menolak kebijakan penghematan ekstrem dan memilih strategi fiskal ekspansif melalui belanja publik besar-besaran dan pemotongan pajak untuk menghidupkan kembali daya beli masyarakat.

“Saya ingin Jepang tumbuh tanpa meninggalkan rakyatnya. Kebijakan ekonomi harus menyentuh keluarga, bukan hanya angka statistik,” katanya dalam wawancara dengan NHK.

Koalisi antara LDP dan Ishin no Kai memberi Takaichi jalan menuju kekuasaan, namun stabilitas pemerintahannya masih diragukan. Aliansi ini belum memiliki mayoritas kuat di majelis tinggi parlemen, sehingga Takaichi harus mencari dukungan dari kelompok oposisi untuk meloloskan berbagai kebijakan penting.

Baca Juga :  Meski Wisatawan China Merosot, Jepang Catat Rekor Tertinggi Kunjungan Turis Asing

Analis politik Universitas Tokyo, Prof. Kenji Nakamura, menilai posisi Takaichi ibarat “pisau bermata dua.”

“Ia membawa semangat reformasi dan sejarah baru, tapi juga menghadapi tantangan besar. Pergeseran politik ke kanan bisa menimbulkan ketegangan di dalam negeri dan dalam hubungan diplomatik,” ujar Nakamura.

Kemenangan Takaichi juga dipantau ketat oleh negara-negara tetangga. Pandangan kerasnya terhadap Cina dan Korea Utara, serta dukungannya terhadap peningkatan kekuatan militer Jepang, membuat para pengamat memperkirakan hubungan regional akan semakin tegang.

Meski begitu, beberapa kalangan menyambut baik kehadirannya sebagai simbol kemajuan kesetaraan gender di Jepang — negara yang selama ini dikritik karena minimnya representasi perempuan di politik tingkat tinggi. (Hst)

Sumber Berita : Republikanews.co.id

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB