JAKARTA, Porosjambimedia.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 13 hingga 14 Oktober 2025.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam dua hari ke depan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG menyampaikan bahwa sistem tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia bagian barat Sumatra dan sirkulasi siklonik di wilayah perairan selatan Indonesia turut memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif.
Kondisi ini menyebabkan potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan air di beberapa daerah.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah dengan status siaga dan waspada. Aktivitas di luar ruangan serta perjalanan darat dan laut sebaiknya mempertimbangkan kondisi cuaca,” ujar pejabat BMKG dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/10/2025).
Wilayah Berstatus Waspada (Hujan Sedang hingga Lebat, 13 Oktober 2025):
Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.
Peringatan Angin Kencang (13 Oktober 2025):
Jawa Timur
Wilayah Waspada (Hujan Sedang hingga Lebat, 14 Oktober 2025):
Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Wilayah Siaga (Hujan Lebat hingga Sangat Lebat, 14 Oktober 2025):
Bengkulu
Peringatan Angin Kencang (14 Oktober 2025):
Jawa Timur
BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk membersihkan saluran air, menghindari aktivitas di area rawan longsor, dan memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik.
“Cuaca ekstrem dapat datang tiba-tiba. Informasi terkini BMKG harus selalu dipantau melalui kanal resmi agar masyarakat bisa mengambil langkah antisipasi lebih cepat,” tambahnya.
Sebagai tambahan, BMKG menegaskan bahwa pola peralihan musim (pancaroba) masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia, yang ditandai dengan perubahan arah angin, suhu udara tidak stabil, dan pembentukan awan cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menjaga keselamatan diri, serta mengikuti informasi peringatan dini cuaca harian dari BMKG melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi, dan kanal media sosial lembaga tersebut. (Hst)
Editor : Hesty
Sumber Berita : Kompastv















