Jakarta,Porosjambimedia.com -Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Amirsyah Tambunan, mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri menyusul viralnya aksi seorang warga negara asing yang memprotes suara tadarusan di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.
Ia menegaskan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat pengendalian diri, termasuk dalam merespons perbedaan. Menurutnya, keberatan atau keluhan seharusnya disampaikan dengan cara yang bijak tanpa emosi agar suasana tetap kondusif.
Amirsyah juga mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan dan ketertiban saat tadarusan agar tercipta rasa aman dan penuh persahabatan di tengah masyarakat, khususnya di daerah tujuan wisata internasional.
Selain itu, ia menekankan nilai toleransi dalam kehidupan sosial. Warga asing yang datang sebagai tamu diharapkan memahami adat istiadat serta kearifan lokal setempat.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang perempuan asing mendatangi musala dan memprotes penggunaan pengeras suara saat warga mengaji. Berdasarkan keterangan yang dikutip dari detikBali, perempuan tersebut merasa terganggu oleh suara speaker hingga masuk ke dalam musala dan merusak mikrofon yang digunakan untuk tadarusan. (Khy)















