SEOUL, Porosjambimedia.com – Pemerintah kota Seoul memberikan akses gratis ke sejumlah situs budaya dan museum selama periode libur Tahun Baru Imlek pada 14 hingga 18 Februari 2026. Kebijakan ini bertujuan mendorong masyarakat dan wisatawan menikmati kekayaan sejarah Korea sekaligus merayakan pergantian tahun dengan nuansa tradisional.
Melansir The Korea Times, Selasa (17/2/2026), Berdasarkan laporan The Korea Times, empat istana utama yang dibuka tanpa biaya masuk meliputi Gyeongbokgung, Changdeokgung, Changgyeonggung, dan Deoksugung. Selain itu, situs sakral Jongmyo Shrine serta kompleks makam kerajaan juga dapat dikunjungi secara gratis.
Khusus di Jongmyo Shrine, pengunjung mendapat kesempatan langka untuk menjelajahi area tersebut secara mandiri, tanpa perlu mengikuti tur berpemandu seperti biasanya.
Di Istana Gyeongbokgung, pengunjung juga disuguhi pembagian lukisan tradisional Tahun Baru atau sehwa sebanyak 2.000 lembar per hari pada 16–18 Februari. Karya bertema “Penjaga Gerbang dengan Kuda Merah” tersebut dibuat oleh seniman ternama Jeong Kui-ja, yang dikenal sebagai maestro seni lukisan rakyat Korea. Lukisan sehwa dipercaya membawa keberuntungan serta melindungi dari energi negatif di awal tahun.
Perayaan Imlek juga berlangsung meriah di National Folk Museum of Korea melalui program khusus bertajuk “Bok-It-Seol”. Pengunjung dapat mencoba berbagai aktivitas budaya seperti menulis harapan Tahun Baru, bermain permainan tradisional, serta menikmati pertunjukan seni keluarga.
Sementara itu, National Museum of Modern and Contemporary Art membuka akses gratis di beberapa cabangnya, termasuk di Gwacheon, Deoksugung, dan Cheongju. Di sisi lain, National Museum of Korea juga mengadakan beragam pertunjukan budaya hingga akhir Februari.
Tidak hanya di Seoul, sejumlah museum nasional di daerah lain turut menyemarakkan libur Imlek dengan menghadirkan permainan tradisional dan program interaktif bagi pengunjung, menciptakan suasana perayaan yang sarat nilai budaya. (Dta)















