Surabaya, Porosjambimedia.com – Ramadan kali ini berlangsung di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah, mulai dari hujan deras dengan suhu dingin pada malam hari hingga panas terik saat siang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kelelahan dan dehidrasi bagi yang menjalankan puasa.
Ahli Gizi dari Ottimmo International, Heni Adhianata, menekankan bahwa menjaga kecukupan cairan menjadi faktor utama agar tubuh tetap bugar.
Prioritaskan Asupan Cairan
Menurutnya, kebutuhan minimal delapan gelas air per hari tetap harus terpenuhi meski waktu minum terbatas antara berbuka hingga sahur. Polanya bisa dibagi sebagai berikut:
1. Dua gelas saat sahur
2. Dua gelas saat berbuka
3. Empat gelas bertahap setelah tarawih hingga sebelum tidur
Selain air putih, cairan juga bisa diperoleh dari air kelapa, air jahe, atau jus buah tanpa tambahan gula berlebih. Konsumsi teh dan kopi sebaiknya dibatasi, karena sifat diuretiknya dapat memicu frekuensi buang air kecil dan mengurangi cadangan cairan tubuh.
Pilih Karbohidrat Kompleks Saat Sahur
Untuk menjaga energi lebih stabil sepanjang hari, karbohidrat kompleks disarankan saat sahur. Pilihan seperti nasi merah, kentang, atau ubi kukus dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama karena kandungan seratnya.
Asupan protein juga penting, baik dari sumber hewani maupun nabati. Jika saat berbuka sudah mengonsumsi makanan tinggi lemak atau bersantan, maka menu sahur sebaiknya diolah dengan cara yang lebih ringan seperti dikukus, direbus, atau ditumis ringan.
Batasi Gorengan dan Gula
Takjil manis dan gorengan memang menggoda, namun sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Makanan tinggi minyak dapat memicu rasa tidak nyaman di tenggorokan dan memperberat kerja pencernaan, sementara gula berlebih berisiko bagi penderita diabetes atau gangguan metabolik.
Jaga Imunitas dengan Vitamin C
Di musim hujan yang rawan menurunkan daya tahan tubuh, asupan vitamin C perlu diperhatikan. Buah seperti pepaya, jeruk, dan jambu biji bisa menjadi pilihan. Sayuran seperti tomat dan wortel juga dapat diolah menjadi sup hangat yang cocok dikonsumsi saat cuaca dingin.
Dengan pengaturan cairan dan pola makan yang tepat, puasa tetap bisa dijalani dengan nyaman meski cuaca sedang tidak menentu. (Ai)















