Tanah Gerak Masih Aktif di Padasari Tegal, Ratusan Rumah Ditinggalkan Warga

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal, Porosjambimedia.com– Fenomena tanah gerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pergerakan tanah yang dipicu curah hujan tinggi memaksa ratusan warga meninggalkan rumah dan menyelamatkan barang-barang penting ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Desa Padasari, Mashuri, mengungkapkan bahwa aktivitas pergeseran tanah telah terjadi sejak 2 Februari dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Pemerintah desa telah mengeluarkan imbauan kepada warga untuk segera mengosongkan rumah demi menghindari risiko yang lebih besar.

“Selama hujan masih turun, pergerakan tanah belum berhenti. Kami minta warga segera memindahkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” ujar Mashuri, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan data sementara, sebanyak **464 rumah** terdampak bencana ini. Dari jumlah tersebut, **205 rumah mengalami kerusakan berat**, **174 rusak sedang**, dan **85 rusak ringan**. Selain permukiman warga, bencana ini juga merusak fasilitas umum, meliputi **21 fasilitas sosial**, **7 tempat ibadah**, **7 bangunan pendidikan**, serta **1 kantor pemerintahan**. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur berupa **3 titik jalan desa dan kabupaten**, **1 bendung irigasi**, serta **1 jembatan desa**.

Baca Juga :  Komisi V DPR Soroti Mahalnyа Tiket Penerbangan Domestik Usai Keluhan Menkes

Mashuri menambahkan, jumlah rumah terdampak masih berpotensi bertambah karena proses pendataan dan rekapitulasi masih dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).

Evakuasi barang warga tidak berjalan mudah. Kondisi jalan yang rusak parah dan terputus akibat pergerakan tanah membuat kendaraan biasa sulit melintas. Jarak antara rumah warga dan lokasi pengungsian pun cukup jauh, sehingga proses pemindahan barang menjadi terkendala.

Salah satu warga, Tagino (37), mengaku telah menerima instruksi pengosongan rumah sejak tiga hari lalu. Ia bersama warga lain dibantu relawan untuk mengevakuasi barang-barang yang masih tertinggal.

“Sudah tiga hari ini kami diminta meninggalkan rumah karena tanah masih bergerak. Relawan membantu memindahkan barang yang masih bisa dibawa,” tuturnya.

Di tengah keterbatasan akses, bantuan datang dari komunitas jip offroad yang turun langsung ke lokasi bencana. Armada kendaraan berpenggerak empat roda disiagakan untuk menerobos medan ekstrem dan membantu proses evakuasi.

Baca Juga :  Pembubaran Partai Politik sebagai Implementasi Kewenangan Mahkamah Konstitusi.

Ketua Komunitas Tegal American Jeep, Ahmad Atiq, menjelaskan bahwa aksi sosial ini melibatkan sejumlah komunitas jip offroad di wilayah Tegal dan sekitarnya. Fokus utama mereka adalah membantu mengangkut warga serta barang-barang yang tidak bisa dievakuasi menggunakan kendaraan biasa.

“Kami melibatkan komunitas American Jeep, IOF, SJI, Bregas 4×4, dan TDI. Jalan di lokasi hanya bisa dilalui kendaraan 4×4 karena akses terputus,” jelas Atiq.

Tak hanya membantu transportasi, komunitas jip juga berperan dalam kegiatan trauma healing bagi warga terdampak. Kegiatan ini dilakukan di lokasi pengungsian untuk membantu masyarakat, terutama anak-anak, agar tidak mengalami trauma berkepanjangan pascabencana. (Khy)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB