Rumah Marga Tjhia Singkawang, Jejak Saudagar Tionghoa dan Harmoni Budaya di Kalimantan Barat

- Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Marga Tjhia: Ikon Sejarah dan Budaya Singkawang

Porosjambimedia.com – Singkawang dikenal sebagai kota dengan kekayaan budaya yang beragam. Salah satu destinasi yang mencerminkan hal tersebut adalah Rumah Keluarga Tjhia, sebuah bangunan cagar budaya yang kerap menjadi pusat perhatian wisatawan, terutama saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Lebih dari sekadar rumah tua, bangunan ini sering disebut sebagai museum hidup karena masih dihuni dan digunakan dalam aktivitas sehari-hari, sambil tetap membuka ruang bagi wisatawan untuk belajar sejarah.

Awal Kisah: Perantau yang Mengubah Singkawang

Sejarah Rumah Marga Tjhia berawal dari sosok Chia Siu Xi (Xie Shou Shi), seorang perantau asal Fujian, Tiongkok. Ia tiba di Singkawang setelah melewati perjalanan sulit, termasuk melarikan diri dari konflik di wilayah Semenanjung Malaya.

Setibanya di Kalimantan Barat, kehidupannya jauh dari kata mudah. Ia memulai segalanya dari mengolah lahan kosong hingga menjadi area produktif. Dari sektor pertanian dan perkebunan inilah, Chia Siu Xi membangun fondasi bisnis yang kuat.

Kesuksesannya berkembang pesat ketika ia membentuk armada kapal dagang dan mengekspor hasil bumi ke Singapura. Perdagangan ini menjadikan Singkawang tumbuh dari wilayah sepi menjadi pusat ekonomi yang hidup.

Baca Juga :  Daftar Mata Uang Terlemah Dunia April 2026 Versi Forbes Advisor, Rupiah di Peringkat 5

Karena kontribusinya yang besar, pemerintah kolonial Belanda memberikan sebidang tanah seluas sekitar 5.000 meter persegi. Di lahan tersebut, pada tahun 1901, berdirilah kompleks Rumah Marga Tjhia yang masih lestari hingga kini.

Keunikan yang Menjadi Daya Tarik

1. Perpaduan Arsitektur Tiongkok dan Indische

Rumah ini dirancang oleh arsitek dari Tiongkok dengan konsep Siheyuan, yaitu bangunan yang mengelilingi halaman tengah. Desain ini tidak hanya indah, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan keluarga.

Material utamanya menggunakan kayu ulin, kayu khas Kalimantan yang terkenal kuat dan tahan lama. Ornamen ukiran detail di pintu dan jendela memperkuat kesan klasik dan elegan.

Menariknya, bagian belakang rumah langsung menghadap sungai yang dahulu difungsikan sebagai jalur keluar-masuk kapal dagang keluarga Tjhia.

2. Rumah Tinggal yang Terbuka untuk Wisata

Berbeda dengan museum konvensional, Rumah Marga Tjhia masih dihuni oleh keturunannya. Pengunjung diperbolehkan menikmati area tertentu seperti teras dan halaman tengah.

Suasana rumah yang autentik dan estetik menjadikannya lokasi favorit untuk fotografi, termasuk pemotretan pre-wedding dengan nuansa tempo dulu.

3. Surga Kuliner Tradisional Singkawang

Tak lengkap rasanya berkunjung tanpa mencicipi kuliner khasnya. Choipan menjadi sajian paling diburu wisatawan. Teksturnya lembut dengan isian khas seperti bengkuang, kucai, atau rebung, dilengkapi taburan bawang goreng.

Baca Juga :  Wako Alfin Terima Audiensi Taruna STTD Asal Kota Sungai Penuh

Selain choipan, tersedia juga jajanan tradisional lain seperti rujak serut, tahu, dan minuman segar yang cocok disantap di siang hari.

Lokasi dan Cara Menuju Rumah Marga Tjhia

Rumah ini berlokasi di Jalan Budi Utomo No. 35, Singkawang Barat, Kalimantan Barat. Meski berada di pusat kota, pintu masuknya berupa gang kecil di antara ruko-ruko.

Pengunjung dapat mencari Gerbang Marga Tjhia sebagai penanda utama sebelum memasuki kawasan tradisional di tepi sungai.

Tips Berkunjung agar Lebih Nyaman

1. Datang pagi atau sore hari untuk menghindari cuaca panas

2. Jika ingin mencicipi choipan, sebaiknya datang lebih awal

3. Jaga sikap dan sopan santun karena ini masih rumah tinggal

4. Minta izin sebelum memotret area tertentu

(Ai)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB