Gaza City, Porojambimedia.com– Federasi Palang Merah Internasional dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyatakan kemarahan mendalam atas tewasnya seorang paramedis yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di Jalur Gaza.
Paramedis bernama Hussein Hassan Hussein Al-Samiri itu tewas akibat serangan yang menghantam wilayah Khan Younis, Gaza selatan, pada Rabu (4/2) waktu setempat. Saat kejadian, ia tengah bertugas sebagai tenaga medis untuk Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS).
Dalam pernyataan resminya, IFRC menyebut Hussein sebagai paramedis yang berdedikasi dan gugur ketika berupaya menyelamatkan nyawa warga sipil di area Al-Mawasi, yang saat itu dilanda serangan.
IFRC menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, sahabat, serta rekan-rekan korban, sekaligus menegaskan solidaritas penuh terhadap PRCS atas kehilangan tersebut.
Tragedi ini terjadi di tengah masa gencatan senjata yang telah diberlakukan sejak Oktober tahun lalu. Meski demikian, kekerasan di Jalur Gaza terus berlanjut, dengan Israel dan Hamas saling menuding telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.
IFRC menegaskan bahwa kematian Hussein menambah panjang daftar staf dan relawan Bulan Sabit Merah Palestina yang tewas sejak konflik kembali memanas pada Oktober 2023. Hingga kini, sedikitnya 30 pekerja kemanusiaan dilaporkan tewas saat menjalankan tugas di Gaza.
Organisasi kemanusiaan tersebut menekankan bahwa pekerja medis dan relawan kemanusiaan harus dihormati dan dilindungi dalam segala situasi konflik.
Menurut IFRC, lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah merupakan simbol perlindungan, netralitas, dan harapan, namun dalam praktiknya para relawan kerap menjadi korban saat menjalankan misi penyelamatan.
Sementara itu, pejabat kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangan udara dan tembakan tank Israel pada Rabu (4/2) menewaskan sedikitnya 24 orang, termasuk tujuh anak-anak. Salah satu korban dilaporkan merupakan paramedis yang tewas akibat serangan lanjutan ketika mencoba membantu korban di lokasi yang sama.
Militer Israel menyatakan serangan tersebut dilakukan setelah salah satu perwira mereka terluka akibat tembakan di wilayah Jalur Gaza. (Dta)















