Jakarta, Porosjambimedia.com– Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan komitmennya untuk memastikan kondisi jalan nasional dan ruas tol berada dalam keadaan layak sebelum arus mudik Lebaran dimulai. Seluruh lubang jalan ditargetkan sudah tertangani paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa penanganan kerusakan jalan menjelang Lebaran merupakan agenda rutin tahunan. Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, Kementerian PU akan mengoperasikan pos pemantauan sejak H-7 hingga H+7 Lebaran di sejumlah titik strategis.
Melalui pos tersebut, petugas lapangan akan melakukan inspeksi berkala terhadap kondisi jalan. Apabila ditemukan kerusakan baru, perbaikan darurat akan langsung dilakukan agar tidak membahayakan pemudik.
Dody menjelaskan bahwa mekanisme perawatan jalan pada momen Lebaran, Natal, dan Tahun Baru telah memiliki standar operasional yang jelas. Direktorat Jenderal Bina Marga telah menyiapkan prosedur teknis agar penanganan kerusakan bisa dilakukan secara cepat tanpa harus menunggu kerusakan semakin parah.
Selain fokus pada perbaikan jalan berlubang, Kementerian PU juga mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang kerap terjadi saat musim hujan. Sejumlah alat berat telah disiagakan di lokasi-lokasi rawan banjir guna mempercepat proses pembersihan dan perbaikan jika terjadi genangan air.
Dalam kesempatan tersebut, Dody turut menyoroti kondisi jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). Ia menyebut, kerusakan di jalur tersebut tidak bisa ditangani hanya dengan metode tambal sulam karena telah masuk kategori preservasi jangka panjang.
Menurutnya, penanganan Pantura memerlukan proyek besar yang bersifat multiyears. Meski demikian, perbaikan sementara tetap akan dilakukan agar arus mudik Lebaran tetap berjalan lancar dan aman bagi masyarakat. (Khy)















