Jakarta, Porosjambimedia.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset nasional dengan menghadirkan Prof. Susumu Kitagawa, peraih Nobel Kimia 2025 dari Jepang. Ilmuwan ternama dari Kyoto University tersebut hadir dalam kuliah umum internasional di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Serpong, Tangerang Selatan.
Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Kitagawa merupakan langkah strategis untuk menghadirkan figur panutan berkelas dunia bagi para peneliti muda Indonesia. Menurutnya, generasi muda membutuhkan sosok inspiratif yang dapat menunjukkan bahwa karier di dunia riset memiliki dampak besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Kitagawa membawakan kuliah bertajuk *“The Usefulness of Useless: Fundamental Curiosity, Enduring Impact”* yang menekankan pentingnya riset dasar berbasis rasa ingin tahu, meskipun hasilnya tidak selalu langsung terlihat secara praktis.
Arif Satria juga menambahkan bahwa BRIN terus mengembangkan berbagai program pendukung, mulai dari Manajemen Talenta Periset, program magang, insentif riset, hingga pemanfaatan fasilitas riset bagi mahasiswa dan peneliti muda. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak seperti LPDP, RIIN, serta komunitas ilmuwan terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan riset yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Prof. Kitagawa menegaskan bahwa penghargaan Nobel bukanlah tujuan utama dalam perjalanan ilmiahnya. Baginya, Nobel Prize merupakan bentuk pengakuan global terhadap bidang ilmu yang dikembangkan, bukan motivasi awal dalam menekuni dunia sains.
Ia menekankan bahwa sejak awal kariernya, dorongan utama dalam melakukan riset adalah rasa ingin tahu dan mimpi untuk berkontribusi bagi ilmu pengetahuan. Prof. Kitagawa juga mengingatkan bahwa sains bersifat lintas batas dan setiap temuan ilmiah memiliki potensi dampak global. (Khy)















