Kabupaten Serang, Porosjambimedia.com – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang hingga awal Februari 2026 belum sepenuhnya surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan masih ada tiga kecamatan yang terdampak genangan air, menyebabkan ratusan keluarga terpaksa mengungsi.
Data terbaru BPBD Kabupaten Serang per Selasa (3/2/2026) mencatat sebanyak 201 kepala keluarga atau sekitar 871 warga masih berada di lokasi pengungsian. Wilayah yang masih terdampak banjir meliputi Kecamatan Binuang, Carenang, dan Tanara, sementara daerah lain yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil.
BPBD menyampaikan bahwa sebagian warga telah mengamankan diri secara mandiri dengan mengungsi ke rumah kerabat atau ke area yang dinilai lebih aman. Di beberapa lokasi, warga yang sebelumnya mengungsi juga sudah mulai kembali ke rumah masing-masing seiring membaiknya situasi.
Meski demikian, genangan air masih terpantau di sejumlah titik dengan ketinggian yang bervariasi. Di Kampung Sukamaju dan Kampung Kemuludan, Kecamatan Tanara, air mencapai ketinggian antara 15 hingga 60 sentimeter. Sementara itu, di Perumahan Grand Mekarsari, Kecamatan Carenang, tinggi muka air tercatat berkisar 5 sampai 70 sentimeter.
Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Binuang. Di Kampung Kuranji, ketinggian air dilaporkan kembali meningkat hingga 40 sentimeter. Adapun genangan di Kampung Kawaran berada di kisaran 5–20 sentimeter, dan di kawasan Perumahan Green Harmony Warakas tercatat setinggi 10–15 sentimeter.
BPBD terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga dan penanganan dampak banjir di wilayah terdampak. (Khy)















