Jakarta,Porosjambimedia.com – Keluarga Keisya Levronka akhirnya membuka secara rinci kronologi kecelakaan yang dialami adik Keisya, Lexi Valleno Havienda, yang terjatuh dari lantai enam gedung kampus saat mengikuti kegiatan organisasi. Peristiwa tersebut terjadi pada April 2023 dan hingga kini masih menyisakan dampak serius bagi kondisi fisik serta kehidupan Lexi.
Ibunda Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, menjelaskan bahwa saat kejadian Lexi sedang mengikuti latihan caving atau susur gua yang merupakan bagian dari kegiatan organisasi kampus. Kegiatan tersebut dilakukan di dalam gedung kampus dengan menggunakan perlengkapan pengaman. Namun, menurut penuturan keluarga, alat pengaman yang digunakan diduga mengalami masalah hingga menyebabkan Lexi terjatuh dari lantai enam gedung kampus.
Levi mengungkapkan bahwa pada hari kejadian, pengait pengaman yang terpasang pada tubuh Lexi terlepas. Akibatnya, Lexi terjatuh dari ketinggian dan mengalami luka serius. Keterangan tersebut disampaikan Levi melalui unggahan di media sosialnya sebagai bentuk penjelasan kepada publik sekaligus upaya mencari keadilan atas kejadian yang menimpa putranya.
Setelah terjatuh, Lexi langsung mendapatkan pertolongan pertama. Namun, tindakan yang dilakukan saat itu justru membuat pihak keluarga merasa syok dan kecewa. Levi menceritakan bahwa Lexi yang baru saja jatuh dari lantai enam tidak langsung dibawa menggunakan ambulans, melainkan dibopong, didudukkan di kursi roda, lalu dibawa menggunakan kendaraan taksi online menuju rumah sakit terdekat.
Menurut Levi, keputusan tersebut sangat disayangkan karena kondisi Lexi seharusnya tidak dipindahkan sembarangan. Ia mempertanyakan alasan pihak terkait tidak segera memanggil ambulans, mengingat waktu tunggu ambulans dan taksi online sama-sama membutuhkan waktu. Levi juga menilai bahwa proses mengangkat dan mendudukkan Lexi setelah jatuh kemungkinan memperparah cedera yang dialami anaknya.
Akibat kecelakaan tersebut, Lexi mengalami berbagai cedera serius. Levi mencatat bahwa tulang ekor Lexi mengalami remuk, ginjal kanan mengalami trauma benturan dan pergeseran, paru-paru terendam cairan, serta terdapat gangguan pada saraf di area panggul hingga kaki kanan yang menyebabkan fungsi gerak terganggu. Selain itu, Lexi juga mengalami sobekan pada bagian hati.
Dampak dari cedera tersebut membuat Lexi harus menjalani masa pemulihan yang panjang. Selama satu tahun penuh, Lexi harus menggunakan kateter dan kursi roda untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Ia juga harus tidur di atas kasur khusus dekubitus demi menjaga kondisi tulang ekornya agar tidak semakin memburuk. Hingga saat ini, Lexi masih membutuhkan bantuan suster pribadi dalam menjalani keseharian.
Keisya Levronka sebagai kakak turut memberikan dukungan penuh kepada ibunya dalam memperjuangkan keadilan atas peristiwa yang dialami sang adik. Keluarga berharap kejadian ini mendapatkan perhatian serius dan menjadi pembelajaran agar keselamatan dalam kegiatan kampus benar-benar diperhatikan, sehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (Tin)















