Jakarta, Porosjambimedia.com – Ancaman kejahatan siber kini semakin mengkhawatirkan. Tak hanya mencuri data, penjahat siber juga dapat membajak kamera ponsel atau laptop untuk memata-matai korbannya tanpa disadari. Praktik ini dikenal dengan istilah camfecting dan berpotensi merusak privasi secara serius.
Isu ini kembali menjadi sorotan setelah beredarnya foto Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang terlihat menutup kamera ponselnya dengan selotip. Tindakan sederhana tersebut memicu perbincangan warganet tentang bahaya peretasan kamera dan cara melindungi diri dari pengintaian digital.
Apa Itu Camfecting?
Mengutip laporan India Today, camfecting merupakan metode serangan siber di mana peretas mengakses dan mengendalikan kamera perangkat korban dari jarak jauh. Sasaran serangan bisa berupa kamera ponsel, webcam laptop, hingga perangkat pintar lainnya.
Serangan ini biasanya dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik perangkat. Hacker dapat mengambil gambar, merekam video, hingga menyadap suara untuk tujuan ilegal seperti pemerasan, spionase, atau penyalahgunaan data pribadi.
Pakar keamanan siber dari Norton menjelaskan bahwa camfecting umumnya menggunakan malware jenis Remote Access Trojan (RAT). Malware ini sering menyamar sebagai aplikasi resmi, tautan unduhan, atau lampiran email. Setelah terpasang, malware dapat mengaktifkan kamera secara diam-diam, bahkan menonaktifkan indikator kamera yang menyala.
7 Cara Mencegah Kamera Ponsel Dibajak Hacker
Agar terhindar dari ancaman camfecting, berikut beberapa langkah pencegahan yang disarankan oleh pakar keamanan digital dan McAfee:
1. Rutin Memperbarui Sistem Operasi
Selalu lakukan pembaruan OS dan patch keamanan terbaru. Sistem yang tidak diperbarui lebih rentan terhadap celah keamanan.
2. Periksa Izin Aplikasi Secara Berkala
Tinjau kembali aplikasi yang memiliki akses ke kamera. Cabut izin kamera pada aplikasi yang tidak membutuhkannya.
3. Waspada terhadap Tautan dan Lampiran Asing
Jangan sembarangan membuka link atau file dari email dan pesan yang mencurigakan karena sering menjadi pintu masuk malware.
4. Unduh Aplikasi Hanya dari Toko Resmi
Gunakan Google Play Store atau App Store. Aplikasi dari sumber tidak resmi berisiko membawa malware tersembunyi.
5. Gunakan Password yang Kuat dan Unik
Kombinasikan huruf besar, kecil, angka, dan simbol untuk mengamankan perangkat.
6. Hindari WiFi Publik Tanpa Perlindungan
Jika terpaksa menggunakan WiFi publik, aktifkan VPN agar data tetap terlindungi.
7. Tutup Kamera Secara Fisik
Cara paling sederhana adalah menutup kamera dengan penutup khusus atau selotip, seperti yang dilakukan Netanyahu. Metode ini efektif mencegah pengintaian visual.
Privasi Digital Perlu Dijaga
Camfecting menunjukkan bahwa ancaman siber tidak selalu berbentuk peretasan akun atau pencurian uang. Penyalahgunaan kamera dapat berdampak besar pada keamanan dan privasi seseorang. Dengan meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana, risiko kejahatan siber dapat ditekan secara signifikan. (Ai)















