Cirebon,Porosjambimedia.com– Sejumlah kejadian penting mewarnai wilayah Cirebon Raya dalam sepekan terakhir. Cuaca ekstrem yang melanda beberapa daerah memicu kerusakan fasilitas publik serta bencana banjir di kawasan permukiman warga.
Di Kota Cirebon, bangunan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) mengalami kerusakan serius setelah sebagian atapnya roboh. Insiden tersebut menyebabkan enam ruangan tidak dapat digunakan karena tertimpa material bangunan. Rangka baja ringan dan genteng berserakan di dalam gedung, menandakan dampak kerusakan yang cukup parah.
Kepala Disnaker Kota Cirebon, Agus Suherman, menjelaskan peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah kota dalam waktu lama. Beruntung, tidak ada korban jiwa karena kejadian berlangsung di luar jam kerja. Meski demikian, aktivitas pelayanan publik tetap dilanjutkan dengan memanfaatkan ruangan lain yang dinilai aman.
Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) menyatakan akan segera melakukan peninjauan teknis dan menyusun langkah perbaikan agar kantor tersebut dapat kembali beroperasi secara normal.
Sementara itu, bencana banjir melanda Kabupaten Indramayu akibat intensitas hujan yang tinggi sejak awal pekan. Air menggenangi sejumlah kawasan permukiman dan memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Perumahan Citra Dharma Ayu menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah. Ketinggian air mencapai sekitar lutut orang dewasa, sehingga aktivitas warga lumpuh. Sejumlah keluarga memilih meninggalkan rumah demi menghindari risiko kesehatan dan keselamatan.
BPBD Indramayu mengerahkan personel serta peralatan evakuasi untuk membantu warga. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat tetap waspada, mengingat potensi hujan lebat masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Selain Cidayu, banjir turut merendam kawasan BDI, Margalaksana, dan Rumah Ningrat dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. (Khy)















