Jakarta, Porosjambimedia.com– duka mendalam masih menyelimuti marcel radhival atau yang dikenal sebagai pesulap merah setelah kepergian sang istri, tika mega lestari. tika meninggal dunia usai berjuang melawan penyakit anemia aplastik dan kanker mulut yang awalnya tak disadari sebagai penyakit serius.
marcel menceritakan secara terbuka kronologi kondisi kesehatan istrinya. penyakit tika bermula pada tahun 2022 ketika dokter mendiagnosisnya mengidap anemia aplastik, yaitu kelainan darah langka yang membuat sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit secara normal.
akibat kondisi tersebut, tika harus mengonsumsi obat pengontrol hormon setiap hari. namun, saat merasa tubuhnya membaik dan tidak merasakan keluhan berarti, tika sempat menghentikan konsumsi obat karena mengira dirinya telah sembuh.
memasuki tahun 2024, kondisi kesehatan tika kembali menurun. dokter kemudian menaikkan dosis obat yang harus dikonsumsinya. di tengah pengobatan tersebut, tika mengalami luka di mulut yang awalnya dianggap sebagai sariawan biasa.
marcel mengatakan mereka tidak langsung curiga karena sariawan dianggap hal yang umum. hingga akhirnya luka tersebut tak kunjung sembuh dan tika dibawa ke dokter bedah mulut untuk pemeriksaan lebih lanjut.
hasil pemeriksaan awal membuat dokter mencurigai bahwa luka tersebut bukan sariawan biasa dan menyarankan tindakan biopsi. namun, proses biopsi sempat tertunda karena tika ingin menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu.
setelah kembali dari umrah, biopsi akhirnya dilakukan. hasilnya sangat mengejutkan. luka di mulut tersebut ternyata merupakan kanker mulut yang membutuhkan tindakan medis serius dan operasi secepatnya.
tika sempat menjalani beberapa kali operasi dengan didampingi oleh marcel. namun pada operasi ketiga, tika memilih merahasiakan jadwal tindakan medisnya agar sang suami tidak terlalu khawatir dan tetap dapat bekerja.
perjuangan panjang tika akhirnya berakhir pada 27 januari 2026. kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekat, termasuk marcel yang kini harus merelakan sosok pendamping hidupnya.
kisah ini menjadi pengingat bahwa keluhan kesehatan yang tampak ringan seperti sariawan tidak boleh dianggap sepele, terutama bagi pasien dengan riwayat penyakit serius. (Tin)















