Tegal, Porosjambimedia.com– Pemerintah Kabupaten Tegal resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana selama dua pekan di kawasan wisata Guci, menyusul terjadinya banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Sabtu (24/1/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M. Afifudin, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah cepat penanganan dampak kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum di kawasan wisata unggulan tersebut.
“Tidak ditemukan korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak. Namun, sejumlah fasilitas wisata mengalami kerusakan dan tiga jembatan dilaporkan hanyut. Karena itu, status tanggap darurat kami tetapkan selama 14 hari,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).
Beberapa lokasi wisata yang terdampak cukup parah antara lain Pancuran 13, Pancuran 5, serta pemandian air panas yang saat ini tertutup material pasir dan bebatuan. Selain itu, dua jembatan di area wisata Guci dan satu jembatan penghubung antara Siramp dan Bumijawa juga rusak berat akibat terjangan banjir.
BPBD mencatat kondisi debit Sungai Gung yang mengalir di kawasan wisata Guci masih dalam batas normal, meskipun intensitas hujan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.
Akibat timbunan material sisa banjir, seluruh akses menuju Pancuran 13, Pancuran 5, dan pemandian air panas ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.
Dalam upaya pemulihan pascabencana, pemerintah daerah berencana melakukan penataan ulang kawasan wisata agar lebih aman dan tahan terhadap potensi bencana serupa. Pembangunan kembali jembatan dijadwalkan setelah musim hujan mereda, diperkirakan pada pertengahan Februari 2026.
Bupati Tegal juga telah menginstruksikan Camat Bojong dan Bumijawa untuk mengarahkan masyarakat menggunakan jalur alternatif selama jembatan masih belum dapat difungsikan.
Sementara itu, sebanyak 11 titik longsor yang tersebar di wilayah Siramp, Bumijawa, hingga perbatasan Kabupaten Brebes kini telah berhasil dibersihkan. Akses jalan kembali normal setelah BPBD bersama aparat kepolisian dan relawan melakukan pembersihan material sejak Minggu siang. (Khy)















