Meksiko Uji Kaji Kirim Minyak ke Kuba Ditengah Tekanan AS, Trump Perketat Retorika Kebijakan Energi

- Redaksi

Minggu, 25 Januari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com – Pemerintah Meksiko sedang melakukan peninjauan mendalam terhadap kebijakan pengiriman minyak ke Kuba setelah kekhawatiran meningkat di lingkup kabinet Presiden Claudia Sheinbaum bahwa langkah tersebut bisa memicu reaksi tajam dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kebijakan ini muncul di latar kondisi baru di mana Venezuela telah berhenti menyuplai minyak ke Kuba, akibat blokade AS terhadap kapal tanker dan penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro. Situasi itu membuat Kuba semakin bergantung pada minyak dari Meksiko, yang kini menjadi pemasok minyak terbesar bagi negara Karibia tersebut.

Trump sendiri telah menyampaikan retorika keras melalui unggahan di platform Truth Social, menyatakan bahwa tidak akan ada lagi minyak atau dukungan finansial yang mengalir ke Kuba, sambil menekan kebijakan AS terhadap negeri itu.

Baca Juga :  Transaksi Sabu Digagalkan di Masjid Agung Jambi, Pria Asal Kepri Ditangkap dengan Barang Bukti 197 Gram

Secara publik, Presiden Sheinbaum menegaskan bahwa pengiriman minyak tersebut berdasarkan kontrak jangka panjang dan dianggap sebagai bantuan kemanusiaan internasional, namun sumber-sumber senior di pemerintahan menyatakan bahwa kebijakan ini kini sedang ditinjau secara internal guna menghindari potensi ketegangan baru dengan Washington.

Selain kekhawatiran diplomatik, beberapa pejabat Meksiko juga mencatat peningkatan aktivitas drone angkatan laut AS di atas Teluk Meksiko, yang dinilai menunjukkan intensifikasi pengawasan militer Amerika di wilayah yang menjadi rute kapal-kapal pengangkut minyak itu.

Baca Juga :  Xi Jinping Singkirkan Jenderal Elite, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir China ke AS

Sementara itu, laporan lain menyebut bahwa pemerintahan AS bahkan mempertimbangkan langkah yang lebih jauh termasuk blokade laut penuh untuk menghentikan impor minyak ke Kuba, sebagai bagian dari tekanan yang lebih luas terhadap rezim Havana. (Dta)

Berita Terkait

QRIS Terus Mendunia, BI Siapkan Ekspansi Pembayaran Digital ke Hong Kong, India hingga Arab Saudi
10 Hari Tertimbun Lumpur, Perempuan 64 Tahun di Nepal Ditemukan Selamat oleh Tim Penyelamat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pesawat Sipil Jatuh di Fasilitas Radar AS di Alaska, Delapan Penumpang Dipastikan Meninggal
S&P Proyeksikan Rupiah Menguat ke Rp17.700 per Dolar AS pada 2026
Laporan ITE 4 Bulan Mengendap, Pelapor Akhirnya Dihubungi penyidik Polres Sarolangun
Patung Raksasa Lionel Messi di India Akan Dipindahkan Setelah Bergoyang Diterpa Angin
HIPMI Jambi Dukung Ekspor Kopi Kerinci ke Mesir, Melalui pelabuhan Talang duku, Generasi Muda Diajak Tembus Pasar Global
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB