Medan, Porosjambimedia.com – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan pemerintah sebenarnya telah menjangkau puluhan juta masyarakat Indonesia. Namun, tingkat partisipasi dinilai belum maksimal karena masih jauh dari target nasional.
Kementerian Kesehatan RI mencatat, sepanjang 2025 baru sekitar 70 juta warga yang memanfaatkan layanan CKG. Padahal, program ini menargetkan 100 juta peserta dari berbagai kelompok usia.
Jika dilihat dari sebaran usia, peserta CKG didominasi oleh kelompok usia tertentu. Bayi baru lahir tercatat sebagai kelompok dengan partisipasi tertinggi, sementara kelompok usia dewasa dan lansia masih tergolong rendah.
*Kesadaran Masyarakat Masih Rendah*
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, dr Maria Endang Sumiwi, MPH, mengungkapkan bahwa rendahnya partisipasi salah satunya disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat terkait program tersebut.
Berdasarkan evaluasi internal Kemenkes, hanya sekitar 45 persen masyarakat yang mengetahui adanya program CKG. Bahkan di fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas, tingkat pengetahuan warga tentang CKG masih tergolong rendah.
Hal ini membuat sebagian besar masyarakat belum menjadikan CKG sebagai kebutuhan rutin.
*Merasa Sehat dan Tak Punya Waktu*
Selain kurangnya informasi, faktor lain yang menjadi penghambat adalah persepsi masyarakat yang merasa kondisinya masih sehat serta keterbatasan waktu.
Hasil evaluasi menunjukkan beberapa alasan utama warga belum mengikuti CKG, di antaranya:
1. Tidak berniat ikut karena belum sempat atau merasa sehat.
2. Belum mendaftar akibat kesibukan dan menganggap pemeriksaan belum diperlukan.
3. Tidak hadir saat jadwal pemeriksaan karena waktu yang tersedia tidak sesuai.
Alasan “belum ada waktu” menjadi faktor dominan di hampir semua tahapan, mulai dari niat, pendaftaran, hingga kehadiran.
*Perlu Dorongan Edukasi yang Lebih Masif*
Program CKG merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan mendorong deteksi dini penyakit. Karena itu, Kemenkes menilai perlu adanya peningkatan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan meski merasa tubuh dalam kondisi baik.
Dengan meningkatnya kesadaran publik, diharapkan target partisipasi CKG dapat tercapai dan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia semakin baik. (Ai)















