Jakarta, Porosjambimedia.com – Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting di Indonesia tidak dapat mengandalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) semata. Program tersebut dinilai penting sebagai langkah dasar perbaikan gizi, namun tidak cukup untuk menangani anak-anak yang telah mengalami stunting.
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan bahwa stunting merupakan kondisi kesehatan yang membutuhkan penanganan khusus dan bersifat individual. Setiap anak memiliki kebutuhan medis dan asupan gizi yang berbeda, sehingga pendekatan massal tidak bisa diterapkan secara menyeluruh.
Menurut Benjamin, anak yang mengalami stunting harus melalui pemeriksaan rutin yang mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, serta evaluasi kebutuhan gizi secara berkala. Penanganan ini membutuhkan pemantauan intensif oleh tenaga kesehatan, bukan sekadar pemberian makanan bergizi dalam jumlah yang sama.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan kondisi fisik setiap anak membuat dosis intervensi gizi dan medis harus disesuaikan. Oleh karena itu, penanganan stunting tidak bisa disamakan dengan program peningkatan gizi umum yang menyasar seluruh kelompok penerima.
Meski demikian, pemerintah tetap menempatkan MBG sebagai pondasi awal perbaikan kualitas gizi nasional. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan layanan MBG dapat menjangkau seluruh kelompok sasaran dengan standar mutu dan keamanan pangan yang terjaga.
Setelah cakupan MBG dinilai optimal, Kementerian Kesehatan akan memperkuat strategi lanjutan untuk menangani anak-anak yang teridentifikasi mengalami stunting. Strategi tersebut melibatkan intervensi medis terukur, pemantauan berkala, serta keterlibatan aktif tenaga kesehatan.
Benjamin menyebut, sekitar 18 persen anak di Indonesia masih berada dalam kategori stunting dan memerlukan penanganan serius. Pemeriksaan rutin, termasuk evaluasi pertambahan berat badan setiap dua minggu, menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa evaluasi dampak MBG terhadap penurunan stunting tidak bisa dilakukan secara instan. Seluruh data harus dikaji secara medis dan ilmiah agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Benjamin menekankan bahwa besarnya anggaran negara yang dialokasikan untuk program MBG harus memberikan hasil nyata, terutama dalam menekan angka stunting nasional. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar berdampak pada kesehatan dan masa depan anak Indonesia. (Khy)















