Afar, Porosjambimedia.com – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di Ethiopia setelah sebuah truk yang mengangkut puluhan migran terguling di wilayah Semera, Afar, bagian utara negara tersebut. Akibat kecelakaan itu, sedikitnya 22 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 60 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
Pihak berwenang setempat menyatakan insiden tersebut terjadi pada Selasa pagi (6/1/2026). Truk nahas itu diketahui membawa para migran yang hendak menempuh perjalanan berisiko melalui jalur ilegal menuju negara-negara Timur Tengah.
“Setidaknya 22 migran tewas dan lebih dari 60 orang lainnya terluka setelah truk yang mereka tumpangi terbalik di wilayah Afar,” ujar otoritas daerah dalam keterangan resmi yang dikutip dari laporan internasional.
Menurut penjelasan pemerintah daerah, kecelakaan dipicu oleh kondisi kendaraan yang kelebihan muatan serta kurangnya pemahaman para penumpang mengenai bahaya rute perjalanan. Para migran tersebut diduga menjadi korban bujuk rayu calo ilegal yang menawarkan jalur cepat menuju negara tujuan tanpa memperhitungkan faktor keselamatan.
Foto yang diunggah melalui laman resmi pemerintah Afar memperlihatkan kondisi truk yang rusak parah, dengan bagian belakang dan kompartemen penumpang hancur akibat benturan keras.
Ethiopia selama ini dikenal sebagai salah satu titik awal utama jalur migrasi yang disebut “Rute Timur”, yang kerap digunakan warga Tanduk Afrika untuk mencari pekerjaan di negara-negara Teluk. Ribuan migran setiap tahunnya menempuh perjalanan berbahaya melalui Djibouti dan menyeberangi Laut Merah menuju Yaman, dengan harapan mendapatkan pekerjaan sebagai buruh atau pekerja rumah tangga.
Insiden ini kembali menjadi pengingat keras akan tingginya risiko migrasi ilegal serta pentingnya perlindungan dan jalur migrasi yang lebih aman bagi para pencari kerja dari Afrika. (Dta)















