Prabowo Canangkan Industri Baterai EV Terbesar Asia, Investasi Rp96 Triliun Siap Dongkrak Ekonomi RI

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Porosjambimedia.com Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menandai babak baru industrialisasi nasional dengan meresmikan peletakan batu pertama proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) terintegrasi terbesar di Asia. Proyek strategis yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat, ini memiliki total nilai investasi mencapai US$ 5,9 miliar atau setara Rp96 triliun.

Pembangunan kawasan industri baterai tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Indonesia Battery Corporation (IBC), serta perusahaan asal Tiongkok Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd (CBL), yang terafiliasi dengan raksasa baterai dunia CATL.

Peresmian groundbreaking dilakukan di kawasan Artha Industrial Hill (AIH) dan Karawang New Industry City (KNIC).

Presiden Prabowo hadir didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta jajaran pimpinan Danantara dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa proyek ini merupakan wujud nyata dari cita-cita besar bangsa untuk menjalankan hilirisasi sumber daya alam secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Harkannas 2025 Jadi Titik Balik Penguatan Gizi dan Swasembada Protein Nasional

“Hilirisasi adalah impian lama bangsa ini, sejak era Presiden Soekarno hingga sekarang. Proyek ini adalah terobosan strategis yang akan memberi nilai tambah besar bagi Indonesia,” ujar Prabowo, Minggu (29/6/2025).

Menurut perhitungan pemerintah, proyek ekosistem baterai EV ini berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi hingga US$ 48 miliar atau sekitar Rp481 triliun, atau delapan kali lipat dari nilai investasi awal. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara nasional, tetapi juga mempercepat pembangunan daerah, khususnya Maluku Utara sebagai pusat industri hulu.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut keberadaan pabrik baterai ini dapat memberikan manfaat strategis bagi sektor energi nasional. Dengan kapasitas produksi mencapai 15 GWh per tahun, Indonesia diperkirakan mampu menghemat impor bahan bakar minyak hingga 300 ribu kiloliter per tahun.

Direktur Utama IBC saat itu, Toto Nugroho, mengungkapkan bahwa sebagian produksi sel baterai akan diarahkan ke pasar ekspor. Negara tujuan antara lain Jepang, India, China, hingga Amerika Serikat, dengan estimasi ekspor sekitar 30 persen dari total produksi.

Baca Juga :  KUHP dan KUHAP Baru Mulai Berlaku 

Meski Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar dunia, Toto menjelaskan bahwa satu bahan baku utama, yakni lithium, masih harus diimpor. Kebutuhan lithium akan dipasok dari negara seperti Australia, meskipun kontribusinya hanya sekitar 7 persen dari total komponen baterai.

“Ke depan, Indonesia memiliki potensi memproduksi lithium dari sumber panas bumi. Ini peluang yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Proyek ini mencakup enam perusahaan patungan (joint venture) dari hulu hingga hilir, mulai dari tambang nikel, fasilitas pemurnian, produksi material baterai, pabrik sel baterai, hingga daur ulang baterai. Seluruh ekosistem dirancang untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci industri kendaraan listrik global.(Hst)

Berita Terkait

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara
Erupsi Anak Krakatau Picu Lonjakan Penumpang di Pelabuhan Bakauheni
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, BNPB Kerahkan Modifikasi Cuaca hingga Malam
Perkuat Penanganan Karhutla, Jambi Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari Pemerintah Pusat
Agnez Mo Curi Perhatian di Serial Reacher, Penampilan Awet Muda Jadi Sorotan Penonton Dunia
Pemerintah Siapkan Rekonstruksi Rumah Korban Gempa NTT, Pendataan Jadi Prioritas
Hotspot Karhutla di Kalimantan Meningkat 4 Kali Lipat dalam Sehari
Korban Gempa M 7,7 di NTT Capai 83 Orang, Ribuan Warga Masih Terdampak
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 02:09 WIB

Pemkab Kerinci Buka Peluang Kolaborasi dengan PT KMH untuk Perkuat Pengelolaan Sampah

Sabtu, 12 September 2026 - 23:59 WIB

Sabtu Ceria Rutan Sungai Penuh: Tingkatkan Kebugaran Jasmani dan Pererat Solidaritas Pegawai

Sabtu, 12 September 2026 - 10:34 WIB

Dorong Pengembangan Komoditas Kopi, Wako Alfin Serahkan Bantuan Bibit & Kompos ke Petani RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 07:31 WIB

Wako Alfin – Wawako Azhar Safari Jumat ke Masjid Nurul Haq RKE

Sabtu, 12 September 2026 - 04:04 WIB

Maulid Nabi 1448 H di Kerinci Jadi Momentum Perkuat Keteladanan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 12 September 2026 - 01:55 WIB

Sebagai Wujud Solidaritas Mitra Strategis, Rutan Sungai Penuh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL, MAN 3 Kerinci Resmi Miliki Kelas Digital

Jumat, 11 September 2026 - 14:54 WIB

Pemprov Jambi Buka Seleksi Komisi Informasi 2026-2030, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru

Opini

Menerka Karakter Manusia Kerinci

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:47 WIB