Makassar, Porosjambimedia.com – Universitas Islam Makassar (UIM), Sulawesi Selatan, akan mengambil langkah tegas menyikapi dugaan pelanggaran etika yang melibatkan salah satu dosennya. Oknum dosen bernama Amal Said yang viral setelah diduga meludahi seorang kasir swalayan dijadwalkan menjalani sidang Komisi Disiplin (Komdis) pada pekan depan.
Rektor UIM, Prof Muammar Bakry, mengatakan pemanggilan terhadap yang bersangkutan merupakan bagian dari prosedur resmi institusi dalam menangani persoalan yang mencoreng citra dunia akademik.
“Sidang Komisi Disiplin akan digelar pada Senin, 29 Desember 2025. Yang bersangkutan akan dipanggil secara resmi untuk dimintai klarifikasi,” ujar Muammar, Jumat (26/12/2025).
Menurutnya, tahapan awal sidang akan difokuskan pada klarifikasi dan verifikasi fakta terkait peristiwa yang beredar luas di media sosial. Setelah itu, Komisi Disiplin akan menentukan langkah dan keputusan sesuai dengan aturan yang berlaku di lingkungan kampus.
“Kita ingin memastikan kejadian tersebut secara objektif. Setelah klarifikasi, barulah Komdis menentukan sanksi yang tepat,” jelasnya.
Muammar menegaskan bahwa pihak universitas tidak akan mengabaikan persoalan tersebut meskipun insiden terjadi di luar area kampus. Tindakan dosen tetap dinilai berdasarkan etika dan aturan akademik.
“Perbuatan di luar kampus pun tetap bisa dikenakan sanksi jika bertentangan dengan nilai dan aturan akademik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muammar mengungkapkan bahwa Amal Said berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang diperbantukan di Universitas Islam Makassar. Oleh karena itu, salah satu opsi yang akan dikaji adalah pengembalian dosen tersebut ke instansi asalnya.
“Yang bersangkutan adalah dosen negeri yang diperbantukan di kampus swasta. Nanti akan dikaji, apakah sanksinya internal atau dikembalikan ke institusi induknya,” ungkapnya.
Sebelumnya, insiden ini terjadi di sebuah swalayan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 11.30 Wita. Korban berinisial N mengaku mengalami trauma setelah diludahi oleh pria paruh baya yang diduga merupakan dosen tersebut.
“Saya syok, langsung ke kamar mandi untuk cuci muka karena ludahnya mengenai wajah saya,” ujar korban.
Merasa dirugikan, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalanrea. Laporan dibuat atas dorongan pihak keluarga yang tidak menerima perlakuan tersebut.
Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan dan menyatakan kasus tersebut masih dalam tahap penanganan.
“Benar, laporan sudah masuk dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala. (Hst)















