JAMBI, Porosjambimedia.com – Banyak ibu baru mengeluhkan penglihatan yang menjadi buram atau kurang jelas setelah melahirkan. Meski sering dianggap sepele, perubahan visual ini ternyata memiliki kaitan erat dengan perubahan fisiologis selama kehamilan dan masa nifas.
Selama hamil, tubuh mengalami peningkatan hormon, perubahan metabolisme, serta bertambahnya volume cairan. Kombinasi faktor tersebut bisa memengaruhi struktur mata, mulai dari kornea hingga retina. Ibu yang sebelumnya memiliki riwayat gangguan mata bahkan bisa merasakan keluhan yang lebih berat.
Setelah persalinan, kelelahan fisik dan kurang tidur turut memperburuk kondisi penglihatan. Dalam banyak kasus, keluhan ini akan membaik secara alami dengan istirahat cukup, nutrisi seimbang, serta aktivitas ringan. Namun, beberapa kondisi medis justru dapat menyebabkan gangguan visual yang perlu penanganan lebih serius.
Berikut sejumlah penyebab penglihatan menurun setelah melahirkan:
1. Penglihatan Buram
Kaburnya penglihatan terjadi ketika ketajaman melihat menurun, membuat objek tampak tidak fokus. Pada ibu pascapersalinan, hal ini biasanya dipicu oleh perubahan cairan pada jaringan mata. Meski umumnya bersifat sementara, keluhan ini tetap perlu dipantau apabila berlangsung lama.
2. Mata Terasa Kering
Fluktuasi hormon selama kehamilan dapat menghambat produksi air mata. Akibatnya, mata terasa perih, kering, dan cepat lelah. Kondisi ini bisa menetap hingga beberapa minggu setelah melahirkan. Untuk kasus ringan, penggunaan tetes air mata buatan bisa membantu meredakan gejala.
3. Preeklamsia Pascapersalinan
Tidak hanya terjadi saat hamil, preeklamsia juga dapat muncul setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya timbul dalam 48 jam hingga 6 minggu setelah persalinan. Tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urine dapat menimbulkan gangguan penglihatan seperti kabur, berbayang, atau bahkan kehilangan penglihatan sementara.
4. Masalah Gula Darah (Diabetes)
Ibu dengan riwayat diabetes atau yang mengalami diabetes gestasional perlu waspada. Kadar gula yang tidak stabil dapat memicu retinopati diabetik, yaitu kerusakan pada retina yang dapat menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap.
5. Migrain dengan Aura
Beberapa ibu mengalami migrain pascapersalinan. Migrain dengan aura dapat menimbulkan gejala visual berupa kilatan cahaya, titik buta, atau pandangan bergelombang sebelum sakit kepala hebat muncul. Istirahat, pengelolaan stres, dan obat dokter bisa membantu mengurangi frekuensi serangannya.
Selain kondisi tersebut, gangguan seperti glaukoma atau pembengkakan saraf optik (papiledema) juga berpotensi mengganggu kemampuan melihat dan perlu pemeriksaan dokter mata untuk diagnosis lebih lanjut. (Hst)
Sumber Berita : Jambiindependent.co.id















